Para pemain kunci dalam konflik Turki vs Kurdi di Suriah

Rabu, 24 Januari 2018 07:07 Reporter : Ira Astiana
Para pemain kunci dalam konflik Turki vs Kurdi di Suriah Tentara wanita Kurdi. ©Reuters

Merdeka.com - Pada Sabtu lalu tentara Angkatan Darat Turki melintasi perbatasan Suriah bersama ribuan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) untuk meluncurkan operasi di wilayah kantong Suriah bagian utara, Afrin, yang bertujuan membasmi kelompok Kurdi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa operasi di Afrin akan diikuti dengan serangan serupa di kota bagian utara Manbij, sebuah wilayah di mana pasukan Kurdi yang didukung Amerika Serikat merebutnya dari pasukan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) pada 2016 lalu.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa (23/1), jurnalis Stefanie Dekker mengungkapkan bahwa saat ini ada beberapa pemain global yang memainkan peran berbeda dan mencoba untuk menguasai wilayah di Suriah serta memperluas pengaruh mereka di wilayah tersebut. Beberapa pemain kunci itu antara lain:

1. Turki

Turki telah memerangi pasukan Kurdi selama beberapa dekade di bagian tenggara negara tersebut. Kelompok-kelompok yang berusaha ditumbangkan oleh pasukan Turki antara lain, Partai Pekerja Kurdistan atau PKK yang memiliki akar separatis dan berusaha menguasai otonomi dari pemerintah pusat Turki.

Perang antara kedua pasukan itu telah menyebabkan 40.000 orang tewas, termasuk warga sipil, tentara, dan pasukan lawan. Perang ini juga menghabiskan biaya ratusan miliar dolar.

Turki menganggap PKK sebagai organisasi teroris dan menyebut pasukan Kurdi Suriah sebagai nama lain dari PKK.

"Keduanya sama. Dengan mengubah nama, tidak mengubah fakta bahwa keduanya adalah organisasi teroris," kata Erdogan.

Turki saat ini ingin membangun zona aman sekitar 30 kilometer di Afrin untuk mencegah agar Kurdi tidak menguasai wilayah.

jet tempur turki

jet tempur turki ©guardian



2. Suriah

Pasukan pemerintah telah kehilangan wilayah teritorial kepada kelompok oposisi dan beberapa kelompok bersenjata lain termasuk ISIS sejak pertama konflik merebak pada 2011 lalu. Namun, intervensi Rusia pada 2015 membawa keuntungan bagi rezim Presiden Basyar al-Assad. Pada akhir 2016, tentara Suriah berhasil merebut kembali Aleppo, salah satu medan pertempuran utama dalam konflik tersebut.

Pasukan pemerintah Suriah berperang melawan pasukan oposisi di provinsi Idlib, Suriah timur terus berjuang melawan ISIS di bagian barat.

Pada 2018, pasukan yang setia kepada Presiden Assad berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Suriah. Namun wilayah terbesar yang masih tersisa berada di bawah kekuasaan pasukan Kurdi.

Selama operasi Turki di Afrin, Damaskus memperingatkan bahwa pertahanan udara mereka siap melawan serangan udara. Namun, sejak operasi diluncurkan, pertahanan Suriah belum terwujud.

3. Rusia

Rusia secara resmi mengumumkan keterlibatannya dalam konflik Suriah pada September 2015 lalu untuk mendukung Presiden Assad. Dengan dukungan Rusia, pemerintah telah merebut kembali sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai ISIS dan juga pasukan oposisi Suriah lain.

Rusia mengendalikan wilayah udara di atas Afrin yang dipercayakan oleh Damaskus. Namun menjelang operasi Turki, Rusia menarik kembali pasukan tentara yang dikepung di dekat kota tersebut.

November lalu Assad berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin yang telah 'menyelamatkan' negaranya. Sebulan kemudian Putin mengklaim pasukannya dan militer Suriah telah memenangkan perang.

Awal bulan ini Rusia mengatakan AS sedang berusia memecah belah Suriah dengan membentuk pasukan Kurdi di sebelah utara Suriah.

4. Amerika Serikat

Amerika Serikat memiliki sekitar 2.000 tentara yang ditempatkan di Suriah. Jumlah itu tidak termasuk dengan personel misi dan pasukan khusus. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pihaknya bermaksud mempertahankan pasukan di Suriah, tidak hanya untuk memerangi ISIS dan al Qaidah, tetapi juga untuk menghentikan pengaruh Iran, salah satu sekutu terkuat Suriah.

Sejak konflik dimulai pada 2011 lalu, AS telah berusaha untuk menggulingkan rezim Presiden Assad dengan mendukung kelompok oposisi dan kelompok pemberontak lain. Meski usaha itu gagal, namun AS berhasil memimpin koalisi melawan ISIS.

AS bersekutu dengan Turki untuk melawan Assad. Tapi juga mendukung musuh Turki, pasukan Kurdi.

Baru-baru ini, AS juga diketahui membentuk pasukan keamanan di perbatasan Suriah yang terdiri dari 30.000 personel Kurdi. Namun Tillerson membatalkan rencana itu, karena memicu kemarahan di Ankara.

Sebagian besar tentara AS diyakini berada di Manbij, di mana pejuang Kurdi berada. Turki sudah menyatakan siap menggempur Manbij setelah Afrin dan bisa memicu konflik Turki dengan AS.

5. YPG/PYD

Pasukan Perlindungan Rakyat atau YPG Kurdi yang berada di bawah Partai Persatuan Demokratik (PYD) merupakan partai politik oposisi di Suriah. Pasukan YPG dan Kurdi Suriah lainnya menguasai wilayah di Suriah utara dan berhasil mempertahankan daerahnya dari pasukan ISIS dan al Qaidah.

YPG juga berperan penting dalam merebut kembali Raqqa dari tangan ISIS.

Di Afrin saat ini ada 8.000 sampai 10.000 pejuang Kurdi sementara di Manbij ada ribuan pejuang Kurdi yang lain. Turki mengklaim bahwa kelompok tersebut merupakan organisasi teroris.

pejuang wanita kurdi

Pejuang wanita Kurdi ©REUTERS/Ahmed Jadallah



6. Tentara Pembebasan Suriah (FSA)

Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pertama kali dibentuk pada 2011 lalu yang tujuannya untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Suriah Assad. Pendirinya terdiri dari perwira militer Suriah yang membelot dari Angkatan Bersenjata Suriah.

Sejak dibentuk, kelompok ini dianggap sebagai harapan oleh orang-orang Suriah yang melawan pemerintahan.

Namun, rupanya di dalam organisasi tersebut ada juga perselisihan yang menyebabkan pejuangnya membelot ke kelompok bersenjata lain yang lebih ekstrem.

Dalam operasi terakhir di Afrin, Turki memobilisasi ribuan pejuang FSA di Turki dan juga di Suriah untuk melawan pejuang Kurdi.

Baca juga:
Turki minta AS berhenti dukung Milisi Kurdi
Sejarah konflik Turki versus Kurdi
Turki gempur milisi Kurdi di Suriah
Serangan Israel dan Turki makin memperpanjang konflik Suriah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini