Panglima Inggris: Dunia Sebaiknya Beri Kesempatan Pada Taliban

Rabu, 18 Agustus 2021 17:48 Reporter : Pandasurya Wijaya
Panglima Inggris: Dunia Sebaiknya Beri Kesempatan Pada Taliban Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid. ©2021 AFP/HOSHANG HASHIMI

Merdeka.com - Dunia sebaiknya memberi kesempatan kepada Taliban untuk membentuk pemerintahan baru di Afghanistan, kata panglima militer Inggris Nick Carter pada Rabu.

Menurut Carter, dunia nanti mungkin akan mengetahui apakah kelompok pemberontak yang dalam beberapa dekade telah dicap oleh Barat sebagai militan itu akan bersikap lebih masuk akal. Demikian dilansir Antara mengutip Reuters, Rabu (18/8).

Para pemimpin Taliban akan menunjukkan diri mereka kepada dunia, kata seorang pejabat gerakan Islamis itu pada Rabu, tidak seperti yang terjadi selama 20 tahun terakhir ketika mereka lebih banyak hidup dalam kerahasiaan.

Carter mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai yang disebutnya akan bertemu dengan Taliban pada Rabu.

"Kita harus sabar, kita harus menahan diri dan kita harus memberi mereka ruang untuk membentuk pemerintahan dan kita harus memberi mereka ruang untuk menunjukkan mandat mereka," kata Carter kepada BBC.

"Mungkin saja Taliban yang sekarang berbeda dari Taliban yang dulu diingat orang dari tahun 1990-an."

"Nanti kita akan tahu, jika kita memberi mereka ruang, bahwa Taliban ini tentunya lebih masuk akal namun apa yang harus kita ingat adalah bahwa mereka bukan organisasi yang homogen - Taliban adalah kelompok para tokoh adat yang beragam dan berasal dari seluruh daerah pedesaan Afghanistan."

Carter mengatakan Taliban sejatinya adalah "anak-anak desa" yang menjalani "Pashtunwali", pedoman hidup suku tradisional dan kode etik bangsa Pashtun.

"Mereka mungkin adalah Taliban yang lebih bertindak secara wajar," kata Carter.

"Mereka kurang represif. Dan tentu, jika Anda melihat cara mereka memerintah Kabul saat ini, ada indikasi mereka lebih wajar."

Namun sejumlah veteran tentara Inggris meragukan hal itu.

"Orang seharusnya tidak dirayu dengan kata-kata lembut seperti ini," kata Charlie Herbert, mantan mayor jenderal angkatan darat Inggris yang pernah bertugas di Afghanistan dan juga bekerja sebagai penasihat senior NATO kepada Sky News.

"Taliban membutuhkan pengakuan internasional. Mereka merebut kekuasaan dengan kekuatan dan mereka kini sangat menginginkan pengakuan internasional, dari China, dari Rusia dan Barat, mereka mereka membutuhkan itu. Jadi mereka akan menggunakan kata-kata pemikat tentang kesempatan yang sama bagi perempuan," kata dia.

Herbert mengatakan tak ada bukti Taliban telah menjadi moderat.

"Mereka menunggu, mereka bertaruh waktu hingga kita meninggalkan Kabul dan kemudian pertumpahan darah akan dimulai ketika tidak ada wartawan dan warga asing yang melihat hal itu." [pan]

Baca juga:
Viral Video Anggota Taliban Main BomBom Car dan Komidi Putar
Begini Sikap Turki Terhadap Taliban yang Kini Kuasai Afghanistan
Sebanyak 640 Warga Afghanistan Berdesakan dalam Pesawat Kargo Menuju Qatar
Wapres Afghanistan Sebut Dirinya Menjabat Presiden Sementara
Taliban Sebut Burqa Tidak Wajib Bagi Perempuan
UNICEF Optimis Taliban akan Tepati Janjinya Izinkan Anak Perempuan Sekolah
Kuasai Afghanistan, Militan Taliban Bertukar Senjata AK-47 dengan Senapan Buatan AS
Sosok Jubir Taliban Zabihullah Mujahid di Konpers Pertamanya
Facebook Larang Konten Terkait Kelompok Taliban
Taliban: Perempuan Afghanistan akan Diizinkan Bekerja dan Sekolah
Berapa Ongkos Perang Afghanistan yang Dikeluarkan AS dan Sekutunya?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini