Pangeran MBS: Saya Tidak Perintahkan Khashoggi Dibunuh

Selasa, 1 Oktober 2019 11:36 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pangeran MBS: Saya Tidak Perintahkan Khashoggi Dibunuh khasoggi dan pangeran Muhammad bin Salman. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) dalam wawancara di televisi yang disiarkan kemarin mengatakan dia 'memikul tanggung jawab penuh' atas pembunuhan sadis jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, Oktober tahun lalu.

"Ini kejahatan luar biasa," kata pria berusia 34 tahun itu kepada "60 Minutes" yang disiarkan Minggu. "Tapi saya memikul tanggung jawab penuh sebagai pemimpin di Arab Saudi, terutama perbuatan ini dilakukan oleh sejumlah individu yang bekerja untuk pemerintah Saudi."

Ketika ditanya apakah dia memerintahkan pembunuhan Khashoggi yang kerap mengkritik Saudi dalam tulisan-tulisannya di harian the Washington Post, Pangeran MBS menjawab: "Tentu saja tidak."

"Pembunuhan itu adalah sebuah kesalahan," kata dia, seperti dilansir laman TIME, Selasa (1/10).

Khashoggi pergi ke konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018 untuk melengkapi berkas buat keperluan pernikahannya dengan perempuan Turki. Sejumlah agen dari pemerintah Saudi sudah menunggunya di dalam konsulat dan kemudian membunuh lalu memutilasi mayatnya hingga kemudian tidak pernah ditemukan. Saudi sudah menuntut 11 orang yang terlibat dalam pembunuhan itu dan mengadili mereka dalam sidang yang dilakukan tertutup dan tidak diketahui publik. Namun hingga kini belum ada seorang pun yang didakwa.

Laporan Perserikatan Bangsa-bangsa menyebut Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi dan Pangeran MBS kemungkinan terlibat sehingga harus diselidiki.

1 dari 2 halaman

Khashoggi Tidak Akan Dibunuh Tanpa Perintah dari Atas

Kongres Amerika Serikat meyakini Pangeran MBS bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

"Sejumlah orang mengatakan saya seharusnya tahu soal 3 juta orang yang bekerja untuk pemerintah Saudi sehari-sehari," kata MBS dalam wawancara. "Tidak mungkin 3 juta orang itu semuanya mengirim laporan sehari-hari kepada pimpinan atau atas mereka di pemerintahan Saudi."

Dalam wawancara Kamis lalu di New York, tunangan Kashoggoi, Hetice Cengiz, mengatakan kepada kantor berita the Associated Press bahwa pelaku pembunuhan Khashoggi tidak hanya berujung pada eksekutor di lapangan, dan dia meminta Pangeran MBS memberitahunya soal" "Mengapa Jamal Khashoggi dibunuh? Di mana jasadnya? Apa alasan dia dibunuh?"

Sejumlah pengamat dan ahli mengatakan operasi intelijen Saudi itu tidak akan berakhir sadis dan pembunuhan Khashoggi tidak akan terjadi tanpa ada perintah dari atas.

Banyak kalangan meyakini MBS memerintahkan intelijen Saudi untuk membunuh kolumnis the Washington Post itu.

2 dari 2 halaman

Rusaknya Citra MBS

Dikutip dari kolom Yahya Bostan di Daily Sabah, Juli lalu, setahun belakangan menjadi masa yang cukup berat bagi karir politik MBS.

Pengaruh MBS di Saudi belakangan memang menguat seiring reformasi yang dia lakukan di sejumlah sektor kehidupan, seperti pemutaran kembali bioskop, pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan, namun ada rumor mengatakan isu Yerusalem membuat Raja Salman dan para pewaris takhta tidak sepakat dengan dia. Raja Salman dikabarkan menunjuk para pejabat tinggi Saudi untuk mengurangi kekuasaan MBS. Menurut sumber, Raja Salman menolak 'kesepakatan abad ini' soal Yerusalem yang akan diserahkan ke Israel.

Yahya Bostan menulis, kasus pembunuhan Khashoggi menjadi hantaman keras kedua bagi kekuasaan MBS untuk dua alasan: Pertama, isu ini melibatkan seorang jurnalis penting yang dibunuh di salah satu kantor diplomatik Saudi di luar negeri. Pembunuhan itu saja sudah satu kasus besar. Kemudian Saudi memperburuk keadaan dengan menolak tudingan Turki dengan cara yang kurang sopan. Dunia internasional tersinggung ketika Saudi mengizinkan tim Reuters memasuki konsulat Saudi untuk memperlihatkan tidak terjadi apa-apa di dalam sana. Namun beberapa hari kemudian sejumlah informasi bocoran dan bukti kamera pengawas membuat Riyadh terpojok, terutama MBS. Pada akhirnya Raja Salman turun tangan dan mengirimkan utusan untuk menjalin kerja sama penyelidikan dan menyampaikan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mereka akan membantu penyelidikan kasus ini. Jumat lalu Saudi akhirnya mengakui Khashoggi dibunuh di konsulat Istanbul.

Meski masih kecil kemungkinan Raja Salman mengganti kedudukan sang putra mahkota, namun citra MBS di mata internasional kini sudah rusak. [pan]

Baca juga:
Pangeran Muhammad bin Salman Akhirnya Buka Suara Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
Jelang Setahun Pembunuhan Khashoggi, Pangeran MBS Akhirnya Akui Bertanggung Jawab
Dokumen CIA Terbaru Ungkap Reaksi AS Setelah Pembunuhan Khashoggi
Pakar HAM PBB Kecam Amerika yang Bungkam Atas Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
Parlemen AS Loloskan Resolusi untuk Ungkap Dalang Pembunuhan Khashoggi
Ahli PBB Serukan Penyelidikan Internasional Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini