Pangeran Charles: Muslim radikal tindas Nasrani di Timur Tengah

Rabu, 18 Desember 2013 18:32 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Pangeran Charles: Muslim radikal tindas Nasrani di Timur Tengah Pangeran Charles saat berada di Qatar. dailymail.co.uk

Merdeka.com - Pangeran Charles kemarin malam berbicara mengenai warga Kristen yang ditargetkan oleh kelompok fanatik di Timur Tengah. Dia mengatakan jembatan antara Kristen dan Islam sedang sengaja dihancurkan oleh orang-orang dengan kepentingan pribadi.

"Selama 20 tahun, saya telah mencoba untuk membangun jembatan antara Islam dan kekristenan untuk menghilangkan ketidaktahuan dan kesalahpahaman," ujar Charles dalam sebuah resepsi untuk Kristen Timur Tengah di Clarence House di Ibu Kota London, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (18/12).

"Intinya kita sekarang mencapai krisis di mana jembatan itu dengan cepat sengaja dihancurkan oleh orang-orang dengan kepentingan tertentu dalam melakukannya," ujar Pangeran 65 tahun itu. "Ini dicapai melalui intimidasi, tuduhan palsu dan penganiayaan yang teratur, termasuk kepada komunitas Kristen di Timur Tengah."

Charles mengatakan ini telah mempengaruhi warga Arab Kristen di Suriah, Irak, Palestina, dan Mesir serta di negara-negara Arab lainnya.

"Selama beberapa waktu, saat ini saya sangat terganggu oleh meningkatnya kesulitan yang dihadapi oleh warga Kristen di berbagai bagian di Timur Tengah," ucap Charles.

"Tampaknya bagi saya, kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa orang-orang Kristen di Timur Tengah semakin dengan sengaja menjadi target oleh kelompok militan fundamentalis Islam," kata dia. "Kekristenan secara harfiah lahir di Timur Tengah dan kita tidak boleh melupakan saudara dan saudari kita di Timur Tengah dalam Kristus."

Charles mengatakan orang Kristen sekarang hanya berjumlah empat persen di Timur Tengah dan Afrika Utara, angka terendah di dunia.

Dia menjelaskan sangat jelas warga Kristen Timur Tengah telah menurun secara dramatis selama beberapa abad terakhir dan kejatuhan itu masih berlanjut.

Dia mengatakan penurunan tradisi Kristen di Timur Tengah menjadi sebuah pukulan besar untuk perdamaian di kawasan itu sebagaimana warga Kristen menjadi bagian dari masyarakat yang sering bertindak sebagai pembangun jembatan dengan masyarakat lainnya.

Pernyataan Charles itu dibuat setelah dia bertemu dengan warga Kristen dari Timur Tengah di resepsi itu.

Sebelumnya dia melakukan kunjungan ke pusat Gereja Koptik Ortodoks di Kota Stevenage, di Wilayah Hertfordshire dan bertemu dengan warga Kristen Ortodoks Suriah di London Barat. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Inggris
  2. Timur Tengah
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini