Pandemi Covid-19, Inggris Wajibkan Pemakaian Masker di Kendaraan Umum

Jumat, 5 Juni 2020 17:42 Reporter : Merdeka
Pandemi Covid-19, Inggris Wajibkan Pemakaian Masker di Kendaraan Umum aktivitas warga inggris usai pandemi mereda. ©2020 REUTERS/Phil Noble

Merdeka.com - Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps kemarin mengatakan penggunaan masker akan diwajibkan di transportasi umum di negera itu. Aturan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 ini berlaku mulai pekan depan.

"Pada 15 Juni, masker akan menjadi wajib pada angkutan umum," ujar Menteri Grant Shapps dalam jumpa pers harian penanganan pemerintah terhadap wabah Virus Corona Covid-19, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (5/6).

Sebelumnya, pemerintah Inggris telah menyarankan warga untuk mengenakan masker di ruang tertutup, seperti toko dan angkutan umum. Kendati demikian, aturan itu tidak diwajibkan.

Di Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara, aturan tersebut juga hanya berupa imbauan.

Pemberitahuan tersebut dibuat sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi pembatasan dalam kebijakan lockdown di Inggris, karena tingkat infeksi dan jumlah kematian akibat Virus Corona Covid-19 menurun.

Pandemi Covid-19 di Inggris, sejauh ini sudah menewaskan sebanyak 39.904 orang. Itu artinya Inggris tercatat memiliki kematian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

1 dari 1 halaman

Grant Shapps mengatakan "Kami perlu memastikan setiap tindakan pencegahan dilakukan di bus, kereta, pesawat terbang dan kapal". Selain itu, dia menyebut penggunaan masker sebagai "syarat perjalanan".

Shapps juga menyampaikan, anak kecil, penyandang disabilitas, dan siapa pun yang kesulitan bernapas akan dibebaskan dari penggunaan masker.

"Kami berharap sebagian besar tidak perlu dipaksa mengikuti aturan itu," kata dia.

Shapps memperingatkan siapapun yang menolak mengikuti aturan akan dicegah bepergian atau bahkan didenda.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
Fakta Baru Terungkap, George Floyd Positif Covid-19
Pasien Covid-19 di Barcelona Diajak Jalan-Jalan ke Pantai untuk Pemulihan
Setelah Studi Italia, Penelitian India Sebut Tidak Semua Strain Coronavirus Mematikan
Korsel Setujui Penggunaan Obat Remdesivir untuk Pasien Covid-19
Cara Filipina Terapkan New Normal di Angkutan Umum
Warga Kulit Hitam AS: Saya Lebih Takut Dibunuh Polisi Daripada Mati Karena Covid-19
Dokumen Bocor Ungkap China Sembunyikan Informasi Penting Virus Corona Saat Awal Wabah
Aturan Pembatasan Dicabut Pekan Depan, Selandia Baru akan Kembali ke Kehidupan Normal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini