Pandemi Covid-19, Ahli Peringatkan Kehidupan Tidak Akan Kembali Normal

Kamis, 1 Oktober 2020 07:37 Reporter : Hari Ariyanti
Pandemi Covid-19, Ahli Peringatkan Kehidupan Tidak Akan Kembali Normal Pencari Kerja di Korea Selatan. ©2020 REUTERS/Kim Hong-Ji

Merdeka.com - Tahun 2020 terus memburuk dan penularan Covid-19 kemungkinan akan sampai di 2021, cobalah menerima satu fakta yang tidak menyenangkan: Segala hal kemungkinan besar tak akan pernah kembali normal.

Itu telah menjadi kalimat yang kerap dilontarkan para politikus, pejabat, ahli, bahkan keluarga.

Barangkali Januari sudah menjadi nostalgia bagi dunia. Saat di mana kita masih menjalankan segala sesuatunya seperti beberapa dekade terakhir. Barangkali ini adalah upaya untuk menunjukkan kendali, untuk kembali ke masa ketika perubahan tidak secara universal dipaksakan kepada kita.

Tapi Januari sudah lama berlalu, dan tidak akan kembali. Dan, para psikolog akan memberi tahu Anda, itu hal buruk jika Anda tidak bisa menerimanya.

Editor CNN Nick Patton dalam analisisnya mengatakan, kita perlahan mempelajari jika perubahan tahun ini bersifat permanen. Jika pekerjaan - untuk yang beruntung di antara kita - akan tetap dari rumah. Jika kita akan mengunjungi toko kelontong lebih sedikit tetapi menghabiskan (uang) lebih banyak. Jika kita akan temukan pemakaian masker di kereta hanya menjadi bagian dari kehidupan. Jika berjabat tangan dan berpelukan akan menjadi kurang umum. Jika sebagian besar interaksi harian Anda akan terjadi melalui konferensi video (bukan secara langsung).

"Lima tahun berubah dalam enam bulan" adalah slogan umum untuk pandemi. Kekacauan tersebut telah menjungkirbalikkan hidup dalam hal kehilangan pekerjaan dan kerabat yang hidup sendiri atau mungkin meninggal tanpa mengucapkan selamat tinggal.

Baca Selanjutnya: Namun psikolog mengatakan memutuskan hubungan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini