Paksa dikremasi, polisi India rebut jenazah korban perkosaan

Jumat, 3 Januari 2014 16:44 Reporter : Ardini Maharani
Paksa dikremasi, polisi India rebut jenazah korban perkosaan Enam tersangka pemerkosaan di Negara Bagian Punjab, India. nbcnews.com

Merdeka.com - Kasus pemerkosaan gadis India 16 tahun lantas dibakar oleh pelakunya rupanya berbuntut panjang. Polisi memaksa tubuh gadis korban pemerkosaan di India untuk dikremasi padahal pihak keluarga menunggu waktu tepat memakamkannya. Ini semakin membuat banyak pihak curiga pada aparat lantaran kasus ini melibatkan satu partai di Negeri Hindustan.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (3/1), ini kali kedua aparat bertindak aneh. Pertama mereka mengklaim gadis 16 tahun korban pemerkosaan dan dibakar pelaku itu bunuh diri. Petugas mengatakan gadis itu membakar dirinya sendiri. Namun akhirnya bukti dokter mengatakan lain. Paramedis juga mengatakan gadis itu tengah hamil.

Polisi juga mencegat ambulans membawa tubuh gadis itu. Mereka berusaha merampasnya untuk dikremasi. Petugas juga mengancam keluarga korban agar memberikan sertifikat kematian sebagai salah satu syarat dikremasi. Namun ayah gadis itu menolak. Diduga beberapa aparat menyiksanya sepanjang malam.

Gadis itu telah menjadi sorotan lantaran kematiannya berkaitan dengan partai berkuasa Bengal Barat, Kongres Trinamool. Diyakini pihak keluarga korban polisi mendapat tekanan dari Trinamool demi menghilangkan jejak dan bukti-bukti kekerasan.

Keluarga korban berhasil merebut tubuh anak mereka kembali dengan bantuan Partai Komunis India (CPM). Peristiwa itu telah memicu protes besar-besaran di Kota Calcutta. Para pegiat pun mengejek pemerintah tidak ada perubahan apa pun soal keadilan bagi perempuan meski sudah banyak korban. [din]

Topik berita Terkait:
  1. India
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini