Pakistan menuntut Ratu Inggris kembalikan intan termahal sedunia

Sabtu, 5 Desember 2015 09:34 Reporter : Ardyan Mohamad
Pakistan menuntut Ratu Inggris kembalikan intan termahal sedunia Permata Koh-i-Noor di mahkota kerajaan Inggris. ©The Sun UK

Merdeka.com - Pengacara mewakili pemerintah Pakistan pekan ini mengajukan gugatan resmi ke pengadilan untuk mengambil alih hak kepemilikan intan Koh-i-noor. Batu mulia yang kini menghiasi mahkota Ratu Elizabeth II itu diakui intan termahal sedunia, nyaris tidak ternilai, kadarnya 105 karat. Tak hanya itu, intan Kooh-i-Noor merupakan salah satu yang terbesar sekaligus termurni pernah ditemukan di dunia.

Pengacara Pakistan, Jawaid Iqbal Jafree, mengatakan Kerajaan inggris tak punya hak mempertahankan Koh-i-Noor, sebab berlian tersebut diambil paksa selama periode penjajahan India. Tuntutan pengembalian intan ini disampaikan juga oleh India selama lima tahun terakhir.

Pakistan merasa lebih berhak dibanding India, karena Koh-i-Noor adalah milik Dinasti Kakatiya. Dinasti itu berdiam di Punjab, kini menjadi wilayah Pakistan.

"Bukti sejarah menunjukkan, wilayah intan itu ketika diambil paksa oleh kolonial Inggris berada di Pakistan," kata Jafree, seperti dilansir Stasiun Televisi Al Arabiya, Sabtu (5/12).

Intan itu diambil paksa penjajah Inggris, sebagai persembahan untuk ulang tahun Ratu Victoria I pada 1850. Jafree mengatakan banyak bukti otentik sejarah menunjukkan maharaja India kala itu menolak sejak awal berlian tersebut dibawa ke London.

"Bahkan hukum kolonial saat itu melarang praktik pencurian harta pribadi setiap warga di wilayah jajahan. Ratu Inggris tidak punya hak mempertahankan berlian Koh-i-Noor," imbuh sang pengacara. India dan Pakistan pecah menjadi dua negara mulai 1947.

Replika permata Koh-i-Noor di Museum Sejarah Inggris ©2015 Merdeka.com



Replika Koh-i-Noor disimpan di Museum Sejarah Inggris, London. Lokasi berlian asli tidak pernah diungkap ke publik. Seandainya nanti Ratu Elizabeth II mangkat, maka mahkota bertahtakan Koh-i-Noor akan dikenakan oleh Putri Cambridge, alias Kate Middleton, istri Pangeran William.

Pada 2010, ketika tuntutan pengembalian Koh-i-Noor mengemuka, Perdana Menteri Inggris David Cameron menolak mentah-mentah. Inggris merasa punya dasar hukum mempertahankan artefak maupun perhiasan era kolonial.

"Jika anda mengiyakan satu permintaan saja dari negara bekas jajahan, maka Museum Sejaran Inggris akan kosong," kata Cameron sambil bercanda. Komentar itu mengundang kecaman dan olok-olok warga India. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Pakistan
  2. Inggris
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini