Pakar WHO Dukung Vaksin Booster untuk Orang dengan Imun Lemah

Selasa, 12 Oktober 2021 19:08 Reporter : Merdeka
Pakar WHO Dukung Vaksin Booster untuk Orang dengan Imun Lemah vaksinasi lansia. ©Leonardo Munoz AFP

Merdeka.com - Penasihat vaksin Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemarin menyarankan orang dengan sistem kekebalan yang lemah harus diberi dosis tambahan dari semua vaksin Covid-19 yang disetujui WHO.

Pakar kesehatan PBB juga mengatakan orang yang divaksinasi lengkap berusia di atas 60 tahun dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm China harus ditawarkan dosis vaksin ketiga.

Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) menekankan tidak menyarankan dosis booster untuk populasi pada umumnya, yang sudah diluncurkan di beberapa negara.

WHO menginginkan moratorium dosis booster untuk masyarakat umum hingga akhir tahun demi memprioritaskan dosis pertama di puluhan negara yang kekurangan vaksin.

Target WHO untuk mendapatkan 10 persen dari populasi di setiap negara yang divaksinasi penuh pada akhir September terlewatkan oleh 56 negara bagian. Namun hampir 90 persen negara berpenghasilan tinggi mencapai target.

SAGE mengatakan akan meninjau masalah dosis booster umum pada 11 November.

Beberapa vaksin Covid-19 telah diberikan persetujuan WHO untuk penggunaan darurat selama pandemi: Pfizer-BioNTech, Janssen, Moderna, Sinopharm, Sinovac dan AstraZeneca.

Semuanya adalah dua dosis vaksin, kecuali vaksin Janssen.

WHO juga di ambang memutuskan apakah akan memberikan daftar penggunaan darurat (EUL) pada vaksin Bharat Biotech India.

SAGE mengadakan pertemuan empat hari pada pekan lalu untuk meninjau informasi dan data terbaru tentang berbagai vaksin untuk Covid-19 dan penyakit lainnya.

"SAGE menyarankan orang dengan gangguan kekebalan sedang dan berat harus ditawari dosis tambahan dari semua vaksin yang diizinkan WHO sebagai bagian dari seri primer yang diperpanjang," jelas kelompok itu.

"Orang-orang ini cenderung tidak merespon secara memadai terhadap vaksinasi mengikuti seri vaksin primer standar dan berisiko tinggi terkena penyakit Covid-19 yang parah."

Kate O'Brien, kepala vaksin WHO, mengatakan dosis tambahan sekarang harus dianggap sebagai bagian dari imunisasi yang normal untuk orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah, yang akan diberikan setelah menunggu satu hingga tiga bulan.

Vaksin China dan usia di atas 60-an

SAGE juga menjelaskan orang-orang yang diimunisasi penuh dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm - keduanya dua dosis - harus ditawarkan vaksin tambahan untuk orang berusia 60 tahun ke atas.

Vaksin yang berbeda "juga dapat dipertimbangkan berdasarkan pasokan vaksin dan pertimbangan akses".

"Kami memiliki bukti perlindungan yang lebih terbatas pada populasi tua, terutama pada yang sangat tua," jelas sekretaris SAGE Joachim Hombach pada konferensi pers.

Vaksin Sinopharm digunakan di 69 negara, sementara Sinovac telah diluncurkan di 36 negara, menurut hitungan AFP.

Aljazair, Mesir, Ethiopia, Pakistan dan Filipina termasuk di antara negara-negara yang menggunakan kedua vaksin itu, selain China.

Sebagian besar informasi tentang rekomendasi Sinovac dan Sinopharm baru dibuat berasal dari penelitian di Amerika Latin, jelas ketua SAGE Alejandro Cravioto.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini