"Orang Tua Saya Sekarat, Saya Putus Asa"

Sabtu, 1 Mei 2021 07:41 Reporter : Pandasurya Wijaya
"Orang Tua Saya Sekarat, Saya Putus Asa" Pasien Covid-19 di India dirawat dalam bajaj. ©REUTERS/Amit Dave

Merdeka.com - Ashish Poddar menggenggam kantong es di tangannya saat menunggu di luar Rumah Sakit New Delhi untuk mendapat kiriman dua obat bagi ayahnya yang sudah kepayahan bernapas karena Covid-19.

Tapi obat yang ditunggu tak kunjung datang. Kantong es yang dia bawa tadinya untuk menjaga agar obat itu tetap dingin. Beberapa jam kemudian ayahnya meninggal.

Di tengah menggilanya pandemi di India hingga meruntuhkan sistem kesehatan, warga akhirnya mencari jalan sendiri untuk menyelamatkan keluarga mereka. Dalam kasus tertentu mereka akhirnya memakai obat yang tidak terbukti ampuh di pasar gelap.

Poddar sebelumnya diberitahu oleh rumah sakit swasta yang sedang merawat ayahnya, Raj Kumar Poddar, bahwa remdesivir, obat antiviral, dibutuhkan bagi ayahnya yang berusia 68 tahun.

Seperti sebagian besar rumah sakit dan apotek di India, stok obat remdesivir sudah habis. Karena putus asa, Poddar akhirnya membayar sekitar Rp 10 juta kepada seorang penjual yang menjanjikan ketersediaan obat itu.

"Obatnya sudah hampir sampai dan sedang dikirim," begitu bunyi pesan singkat yang dia terima dari si penjual.

"Setidaknya dia kasih tahu saya kalau dia tidak akan datang. Saya bisa mencari ke tempat lain," keluh Poddar, seperti dilansir laman Channel News Asia, Jumat (30/4).

India mencatat rekor dunia lagi per Kamis kemarin dengan lebih dari 379.000 kasus positif baru. Rumah sakit di Negeri Sungai Gangga makin kewalahan. Negara dengan hampir 1,4 miliar penduduk itu kini mencatat rekor dengan total 18 juta kasus lebih, sedikit di bawah Amerika Serikat dan 200.000 kematian--meski angka sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi.

Kematian terjadi di mana-mana. Tanah pemakaman sudah tidak cukup lagi di banyak perkotaan dan tempat kremasi jenazah mengobarkan api terus menerus sepanjang malam.

Obat yang diyakini bisa menyembuhkan Covid-19 seperti remdesivir dan steroid kini langka. Sementara penanganan darurat dengan terapi oksigen sekarang juga makin sulit pasokannya. Bahkan tempat tidur rumah sakit saja sudah langka. Pada Kamis kemarin hanya ada 14 ranjang ICU tersedia di New Delhi, kota dengan 29 penduduk.

Cara penanganan pasien Covid-19 di India berkaca pada panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Amerika Serikat dengan sedikit pengecualian: India mengizinkan pasien kondisi sedang untuk diberi hidroklorokuin atau ivermectin, obat yang biasa dipakai untuk penyakit di daerah tropis.

Hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan obat itu bisa untuk menyembuhkan Covid-19 dan WHO sudah tegas mengatakan menentang penggunaan hidroklorokuin bagi pasien Covid-19 dan juga melarang pemakaian obat ivermectin dalam sejumlah penelitian.

Baca Selanjutnya: Meski India adalah salah satu...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini