Orang Tua di China Cari Guru di Pasar Gelap karena Bimbel Dilarang

Selasa, 5 Oktober 2021 17:00 Reporter : Hari Ariyanti
Orang Tua di China Cari Guru di Pasar Gelap karena Bimbel Dilarang Sekolah di China buat alat demi mengatur jarak aman anak membaca. dailymail.co.uk ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kendati pemerintah China telah menindak les privat, para orang tua di China masih mencari guru les melalui pasar gelap sebagai upaya membantu anak-anak mereka bisa lulus ujian masuk universitas.

Pada akhir September, Kementerian Pendidikan kembali menerapkan larangan les privat skala kecil.

“Kami akan memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang lain dan menggunakan berbagai cara untuk mendeteksi dan menggerebek aktivitas terlarang ini dengan nama-nama seperti one-on-one teaching, layanan pembantu rumah tangga kelas atas, les privat penggalangan dana, dan live-in teaching,” jelas seorang pejabat dari departemen pengawasan pelatihan setelah jam sekolah kementerian pendidikan pada konferensi pers.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya dalam laporan tersebut, mengatakan pemerintah menyadari les privat melalui pasar gelap muncul sejak China meluncurkan tindakan keras terhadap lembaga bimbingan belajar pada bulan Juli.

“Ini secara langsung akan mempengaruhi implementasi kebijakan otoritas pusat. Ini juga akan menurunkan kepuasan masyarakat terhadap reformasi ini,” jelasnya, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (5/10).

“Oleh karena itu sikap kami jelas bahwa kami akan dengan tegas menghukum kegiatan-kegiatan yang melanggar aturan yang tersembunyi itu.”

Namun, beberapa orang tua menemukan cara lain dengan menyewa guru privat untuk anak-anak mereka.

Salah satunya Michelle Su. Ibu asal Shanghai ini mengirim putranya yang kelas delapan ke rumah dua guru les pada akhir pekan untuk belajar bahasa Inggris dan Fisika. Meskipun ini melanggar aturan pemerintah, Su mengatakan dia tidak peduli.

Kelas bahasa Inggris dan Fisika dihadiri tiga siswa, termasuk putra Su. Setiap kelas, yang berlangsung selama dua jam, menelan biaya 300 yuan atau sekitar Rp 662 ribu.

Dia mengatakan belum memeriksa apakah dua guru les ini memiliki lisensi, persyaratan wajib bagi orang-orang yang terlibat dalam industri les privat.

“Yang saya pedulikan adalah apakah mereka pandai mengajar dan apakah nilai putra saya dalam mata pelajaran ini meningkat atau tidak. Itu saja," kata Su kepada South China Morning Post.

Tindakan keras terhadap sektor les privat adalah bagian dari inisiatif China untuk mengurangi beban pekerjaan rumah siswa SD dan SMP dari pelatihan akademik ekstrakurikuler.

Beberapa pemerintah daerah mendorong warga untuk melaporkan bimbingan belajar ilegal, di mana para pembocor informasi akan menerima hadiah ratusan yuan.
Awal bulan ini, otoritas pendidikan di Anhui menghukum seorang guru sekolah menengah karena mengajar siswa di vilanya selama liburan musim panas. Bonusnya juga akan dipotong, menurut pemerintah.

Profesor dari Institut Pengembangan Pendidikan Pedesaan China di Universitas Northeast Normal Changchun, Li Tao mengatakan permintaan untuk bimbingan belajar setelah jam sekolah akan terus berlanjut selama ada persaingan ketat untuk mendapatkan nilai akademik yang tinggi.

“Banyak orang tua dari siswa sekolah dasar dan menengah saat ini telah mendapat manfaat dari gelar tinggi. Mereka memiliki kemampuan finansial (untuk membayar guru les) dan tahu bahwa pendidikan yang baik dapat mencegah anak-anak mereka jatuh ke dalam hierarki yang lebih rendah di masyarakat,” jelas Li kepada South China Morning Post.

Tetapi, lanjutnya, praktik les privat bertentangan dengan strategi negara yang melatih bakat dengan "kualifikasi yang komprehensif".

“Untuk mengatasi kecemasan orang tua atas pendidikan anak-anak mereka, pihak berwenang harus membiarkan mereka memahami nilai-nilai pendidikan yang benar dan lebih lanjut mereformasi sistem pendidikan,” pungkas Li. [pan]

Baca juga:
Malaysia Panggil Dubes China Setelah Kapalnya Masuki Laut China Selatan
Tambahkan Opium Agar Pelanggan Ketagihan, Pedagang Makanan di China Ditangkap
Diam-Diam Negara Berpenghasilan Menengah Bawah Berutang Rp5.510 Triliun ke China
Kasus Tingkat Utang AS dan Evergrande Tak Berdampak Signifikan ke RI
Cerita Jenderal AH Nasution Berani Tinggalkan Rapat dengan Soekarno Demi Salat
Ini Deretan Drone Tempur Canggih yang Dipamerkan China
CEK FAKTA: Hoaks Transaksi di Indonesia Pakai Mata Uang China

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. China
  3. Pendidikan
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini