Ogah dikritik terlalu sadis siksa tahanan, CIA seret Bush

Jumat, 12 Desember 2014 10:53 Reporter : Ardyan Mohamad
Ogah dikritik terlalu sadis siksa tahanan, CIA seret Bush Salah satu tahanan di Penjara Guantanamo milik AS. ©REUTERS

Merdeka.com - Dinas Intelijen Luar Negeri Amerika Serikat (CIA) menyatakan metode penyiksaan sadis tahanan teroris, terutama yang diduga anggota Al Qaidah dan Taliban, bukan inisiatif perorangan. Justru Presiden AS saat itu, George W. Bush Jr, mengetahui praktik lancung tersebut.

"Bukan hanya mengetahui soal penyiksaan, presiden juga memberikan persetujuan penuh," kata seorang pejabat tak disebut namanya seperti dilansir the Daily Mail, Jumat (12/12).

Penahanan lebih dari 100 tersangka teroris, berujung pada penyiksaan yang mengerikan. Operasi itu dilakukan oleh CIA sepanjang 2002-2007, didukung Partai Republik sebagai penguasa parlemen. Perburuan Al Qaidah dianggap perang melawan teroris yang sebelumnya menghancurkan dua menara Gedung WTC di New York pada 11 September 2001.

Mantan Wakil Presiden Dick Cheney yang mendampingi Bush Jr selama menjabat, membenarkan bahwa pemerintah AS memberi lampu hijau buat metode CIA. Selain eksekutif, Jaksa Agung dan Penasehat Keamanan Nasional turut mendukung metode sadis buat mengorek informasi dari tersangka teroris.

"Kami melakukan dengan tepat, apa yang perlu dilakukan untuk menangkap mereka yang bersalah," kata Chenney.

Hasil laporan Pansus Penyiksaan CIA di Senat Amerika Serikat dilansir pekan ini menggambarkan horor yang diderita tahanan penjara Guantanamo maupun Abu Ghraib. Kendati belum tentu bersalah, seluruh narapidana pasti disiksa.

Seorang agen CIA menggunakan pistol yang diacak pelurunya buat mengancam dan mengintimidasi tahanan. Sebagian lagi mengorek informasi dengan ancaman akan menyodomi tahanan memakai bor listrik. Laporan lainnya mengatakan seorang tahanan disiram air di bagian kepala dengan kain penutup (waterboarding) hingga 183 kali, yang menyebabkan gangguan mental.

Salah satu tahanan bahkan hingga meregang nyawa karena hipotermia saat di belenggu. Sebagian lainnya mengalami patah kaki lantaran hal serupa. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. CIA
  2. Amerika Serikat
  3. Al Qaidah
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini