Obat Covid-19 Buatan China Mulai Dijual, Harganya Cukup Terjangkau

Selasa, 9 Agustus 2022 17:11 Reporter : Pandasurya Wijaya
Obat Covid-19 Buatan China Mulai Dijual, Harganya Cukup Terjangkau Wabah virus mirip SARS hantui China. ©NICOLAS ASFOURI/AFP

Merdeka.com - Obat anti-COVID-19 buatan China mulai dipasarkan di negara tersebut dengan harga jual 300 yuan atau sekitar Rp659 ribu per botol berisi 35 tablet.

Dengan harga jual kurang dari 1.000 yuan per botol, Azvudine, obat anti-COVID-19 yang diproduksi oleh Genuine Biotech Ltd, perusahaan farmasi yang berkantor pusat di Provinsi Henan, maka akan mudah dijangkau oleh warga China, tulis media setempat, Senin.

Dilansir Antara, Senin (8/8), beberapa obat lain yang telah mendapatkan persetujuan otoritas China menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat karena harganya sangat mahal dan tidak terjangkau.

China sebelumnya memberikan persetujuan pada Paxlovid, pil anti-COVID-19 buatan Pfizer, dan terapi antibodi buatan dalam negeri BRII-196/BRII-198.

Paxlovid dijual seharga 2.400 yuan (Rp5,2 juta) per paket, sedangkan BRII-196/BRII-198 biayanya 10.000 yuan (Rp21,9 juta) per terapi.

Genuine Biotech mampu memproduksi 6,8 miliar butir pil per tahun yang diperkirakan mencukupi kebutuhan perawatan 200 juta pasien.

Lebih dari 10 jenis obat anti-COVID-19 yang dikembangkan di China sedang dalam tahap riset.

Di antara obat-obatan tersebut ada VV116 yang merupakan kandidat nukleosida anti-SARS-CoV-2 oral yang dikembangkan Shanghai Institute of Materia Medica bersama Wuhan Institute of Virolog Wuhan yang telah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat dari Kementerian Kesehatan Uzbekistan pada Desember 2021.

Baca juga:
Serang Keluarga Asia karena Dianggap Penyebar Covid-19, Pria AS Dipenjara 25 Tahun
Afrika Selatan Melaporkan Kematian Pertama Terkait Vaksin COVID-19
Melawan Virus dengan Mikroba Demi Masa Depan Dunia
Muncul Empat Kasus Covid-19, Wuhan Kembali Tutup Tempat Usaha
Bukti Asal Usul Covid-19 Mengarah ke Pasar Wuhan di China
Petugas di China Paksa Masuk Rumah Warga untuk Buru Kontak Dekat Pasien Covid-19
Selama Pandemi Banyak Warga Australia Sakit Mata, Ternyata Ini Penyebabnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini