Obama sambut kesepakatan nuklir Iran

Jumat, 3 April 2015 13:41 Reporter : Muhammad Radityo
Barack Obama. © richestlifestyle.com

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menyambut disepakatinya perjanjian program nuklir Iran sebagai tonggak sejarah perdamaian dunia. Menurut Obama jika kesepakatan itu dijalankan maka dunia akan lebih aman.

Kesepakatan itu bertujuan mencegah Teheran menciptakan senjata nuklir. Sebagai kompensasinya sejumlah sanksi terhadap Iran akan dicabut.

Iran dan enam negara (AS, Inggris, Prancis, Jerman, China, Rusia) kini harus merampungkan perjanjian itu, seperti dilansir BBC, Jumat (3/4).

Warga Iran merayakan kesepakatan nuklir itu secara meriah dengan menggelar pawai di jalan-jalan. Di lain pihak, Israel mengatakan kesepakatan itu malah menjadi sebuah ancaman bagi negara mereka.

"Ini akan menjadi kesepakatan jangka panjang, yang mempertanggung jawabkan aktivitas nuklirnya. Jika Iran berbohong, seluruh dunia akan tahu itu," kata pernyataan Obama setelah kesepakatan itu diumumkan.

"Jika kesepakatan tersebut dipatuhi, kita akan dapat mengatasi salah satu ancaman terbesar dunia, dan menciptakan kedamaian," tambahnya.

Sesuai perjanjian yang diterbitkan oleh Departemen Luar Negeri AS, Iran wajib mendesain ulang pembangkit listriknya sehingga tidak dapat memproduksi senjata plutonium, dan menerima pemeriksaan rutin oleh pihak AS.

Iran juga harus setuju untuk tidak memperkaya uraniumnya lebih 3,67 % dalam pembuatan nuklir selama setidaknya 15 tahun.

Sepanjang malam rakyat Iran menyambut dan merayakan kesepakatan itu serta menyatakan Menteri Luar Negeri Javad Zarif sebagai pahlawan. Namun bagi kelompok garis keras, mereka tidak menyetujui kesepakatan itu dengan mengatakan Iran kehilangan banyak keuntungan dengan imbalan yang sedikit.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkeras mengatakan kesepakatan itu tidak mencegah Iran membuat bom nuklir tapi justru membantu mereka.
Sebelumnya, Negara-negara Teluk Arab telah menuduh Iran mendukung sebagai penyokong sumber daya finansial dan militer untuk pasukan pemberontak Yaman, Houthi, namun Iran telah tegas membantah hal tersebut. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Iran
  2. Amerika Serikat
  3. Israel
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.