Obama: Donald Trump tidak pantas jadi presiden

Senin, 12 Oktober 2015 16:39 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Obama: Donald Trump tidak pantas jadi presiden Donald Trump. REUTERS

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, mengatakan bakal calon presiden dari Partai Republik Donald Trump tidak akan bisa menggantikannya di Gedung Putih. Dia mengatakan Donald Trump tidak cocok menjadi pemimpin Negeri Adi Daya itu.

Obama mengatakan sebagai seorang pebisnis, yang menginginkan posisi presiden, Trump terlalu kontroversial dengan pernyataannya yang menyakiti hati rakyat internasional.

"Dia tahu bagaimana mendapat perhatian. Seperti yang Anda semua tahu, dia karakter klasik televisi dan sebagai panggung utamanya, wajar dia mendapat banyak perhatian," ucap Obama dalam wawancara di televisi CBS dalam program '60 Minutes', yang dikutip Kantor Berita AFP, Senin (12/10).

"Saya," lanjut Obama, "memprediksi dia tidak akan berakhir menjadi Presiden Amerika Serikat."

"Kepemimpinan tidak menimbulkan perpecahan. Kepemimpinan justru bersikap toleransi, bukan malah menimbulkan kebencian," kata Obama.

Dalam pidato di hadapan pemimpin politik Latino, Obama juga sempat menyinggung masalah ini, walaupun dia tidak secara langsung menyebutkan nama Trump.

Dia hanya mengungkapkan pemimpin yang baik tak sepantasnya menyinggung rakyat yang sedang kesusahan atau kaum minoritas, seperti halnya para imigran.

Obama yang merupakan presiden dari partai Demokrat mengatakan dirinya cukup sedih harus menerima kenyataan meninggalkan Gedung Putih 15 bulan mendatang.

"Cukup sedih harus meninggalkan Gedung Putih. Andai saya memiliki kesempatan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga," lanjut Obama menutup perbincangan itu.

Baca juga:

Ketua KPU ungkap pemilu Presiden AS Barack Obama

Capres AS: Teori evolusi Darwin hasil bisikan setan!

40 Persen warga sebut agama Islam dilarang di Amerika Serikat

Jilat ludah sendiri, Donald Trump kini mengaku suka umat Islam

Bakal Capres Partai Republik sebut muslim tak patut jadi Presiden AS

Kandidat Capres AS: Hillary Clinton picu kemunculan ISIS [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini