Nyali Besar Erdogan Lawan Ancaman Trump & Teruskan Serangan Turki ke Kurdi

Jumat, 18 Oktober 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Nyali Besar Erdogan Lawan Ancaman Trump & Teruskan Serangan Turki ke Kurdi Turki Vs Kurdi. ©2019 AFP PHOTO/OZAN KOSE

Merdeka.com - Militan Suriah yang didukung Turki kembali melancarkan operasi militer ke milisi Kurdi di Suriah bagian utara dan timur laut. Operasi militer kali ini dilakukan untuk memperebutkan wilayah Manbij dari militan Kurdi, sekutu dari Amerika Serikat.

"Rezim Suriah masuk ke Manbij bukanlah masalah bagi saya. Mengapa? Karena itu wilayah mereka sendiri," kata Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan. Bagi Turki, yang penting adalah militan Kurdi tidak ada lagi di kawasan itu.

Perlu diketahui, Manbij yang terletak di utara Suriah menjadi target semua pihak yang berkepentingan dalam konflik Suriah karena kota itu dilalui jalur untuk pasokan logistik. Kota ini sudah berganti tangan beberapa kali selama konflik.

Mengetahui operasi militer ini, Amerika Serikat langsung meminta militer Turki untuk melakukan gencatan senjata. Namun, perintah AS tak digubris. Kejadian ini memicu amarah dari AS hingga pemberian sanksi untuk Turki.

Presiden Trump dan Presiden Erdogan bahkan terlibat 'perang kata-kata' satu sama lain. Berikut ulasan operasi militer Turki dan Kurdi hingga berujung Trump vs Erdogan:

1 dari 5 halaman

Surat Ancaman dari Presiden AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung memberi surat ancaman untuk Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan. Dalam surat tersebut, tertulis "jangan bodoh" yang ditujukan pada tindakan Erdogan.

Surat itu dikirimkan Trump di hari yang sama ketika Turki memulai operasi militer di utara Suriah untuk menyingkirkan milisi Kurdi.

Surat yang pertama kali diperoleh reporter Fox Business itu memperlihatkan Trump memulai kata-katanya dengan bahasa diplomatik yang santun sekaligus mengancam.

"Mari kita buat sebuah kesepakatan yang baik!" tulis Trump dalam surat bertanggal 9 Oktober.

Bahkan dalam surat tersebut, Trump mengancam akan menghancurkan ekonomi Turki, jika Turki tidak mau bertanggung jawab atas pembantaian ribuan orang dalam operasi militer tersebut.

"Anda tidak mau bertanggung jawab atas pembantaian ribuan orang dan saya juga tidak mau bertanggung jawab untuk menghancurkan ekonomi Turki--dan saya akan lakukan itu," tulis Trump.

"Sejarah akan menjadikan Anda teladan jika Anda menyelesaikan masalah ini dengan cara yang benar dan humanis," lanjut Trump. "Tapi sejarah akan menilai Anda sebagai orang jahat jika semua itu tidak terjadi".

"Jangan keras kepala. Jangan bodoh. Saya akan telepon Anda nanti," kata Trump mengakhiri suratnya.

2 dari 5 halaman

Sanksi-sanksi yang Diberikan AS untuk Turki

Amerika Serikat, kemarin memberlakukan sanksi terhadap Turki, karena negara itu melancarkan operasi militer ke milisi Kurdi di Suriah bagian utara dan timur laut.

Sanksi tersebut berlaku untuk individu, entitas atau rekanan pemerintah Turki yang terlibat dalam "tindakan yang membahayakan warga sipil atau mengarah pada kemunduran lebih lanjut perdamaian, keamanan dan stabilitas di Suriah timur laut," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Dalam pengumuman sanksi, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menghentikan negosiasi pada kesepakatan perdagangan USD 100 miliar dengan Turki dan menaikkan tarif baja hingga 50 persen. Presiden juga menjatuhkan sanksi pada tiga pejabat senior Turki dan kementerian pertahanan dan energi Turki.

AS sengaja membuat sanksi tersebut untuk Turki, karena operasi militer yang dilakukan Turki dinilai "membahayakan warga sipil dan mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas di kawasan itu".

"Saya sangat jelas dengan (Presiden Turki Recep Tayyip) Erdogan: Tindakan Turki memicu krisis kemanusiaan dan menetapkan kondisi untuk kemungkinan kejahatan perang," kata Presiden AS Donald Trump.

"Turki harus memastikan keselamatan warga sipil, termasuk minoritas agama dan etnis, dan sekarang, atau mungkin di masa depan, bertanggung jawab atas penahanan berkelanjutan teroris ISIS di wilayah tersebut.

3 dari 5 halaman

Presiden Erdogan Tak Takut dengan Ancaman Sanksi Trump

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak usulan Amerika Serikat yang menyarankan gencatan senjata di utara Suriah dan mengatakan dia tidak takut dengan sanksi AS.

"Mereka suruh kita umumkan gencatan senjata. Kita tidak akan pernah umumkan gencatan senjata," ujar Erdogan.

"Tidak mungkin bagi kita untuk gencatan senjata sampai Turki membersihkan 'organisasi teror' dari perbatasannya," kata Erdogan.

4 dari 5 halaman

Perang Memperebutkan Wilayah Manbij

Milisi pemberontak Suriah yang didukung Turki, melancarkan operasi untuk merebut kota strategis Manbij dari pasukan Kurdi Suriah. Ini merupakan perkembangan terbaru dari operasi militer Turki yang ingin menyingkirkan Kurdi dari wilayah utara dan timur laut Suriah.

Operasi ini terjadi ketika pasukan pemerintah Suriah pimpinan Presiden Basyar al-Assad yang didukung Rusia mulai bergerak menuju medan perang di utara, setelah Damaskus membuat kesepakatan dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dipelopori Kurdi untuk membendung serangan Turki.

"Pertempuran Manbij telah dimulai," kata Mustafa Seijari, seorang pejabat sayap politik dari milisi pemberontak Suriah yang didukung Turki.

5 dari 5 halaman

Tujuan Operasi Militer dan Perebutan Manbij

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan mereka datang ke sana bukan untuk berperang dengan tentara Suriah pimpinan Presiden Assad yang dibeking Rusia.

"Ketika Manbij dievakuasi, kami tidak akan masuk ke sana sebagai Turki. Saudara-saudara Arab kami, yang adalah pemilik sebenarnya, suku-suku ... akan kembali ke sana. Pendekatan kami adalah untuk memastikan kembalinya dan keamanan mereka di sana," kata Erdogan.

Turki mengatakan, operasinya ditujukan untuk membersihkan area Suriah utara dan timur laut dari unsur-unsur "teroris" dan menciptakan apa yang disebut "zona aman" di mana beberapa dari 3,6 juta pengungsi Suriah di Turki dapat dimukimkan kembali di sana.

Ankara menganggap Kelompok Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang menjadi tulang punggung SDF, kelompok "teroris" yang terkait dengan separatis Kurdi di Turki. [dan]

Baca juga:
Surat Ancaman Trump kepada Erdogan: Jangan Keras Kepala, Jangan Bodoh!
Warga Suriah Berbondong-bondong Selamatkan Diri dari Serangan Turki
Makan Ular Jadi Syarat Kelulusan Perwira Kurdi
Manbij, Kota Penting Jadi Ajang Perebutan Turki, Kurdi, dan Suriah
Jet Sukhoi Rusia Cegat F-16 Turki yang Akan Serang Markas Kurdi di Suriah
Tidak Takut Sanksi AS, Erdogan Tolak Saran untuk Gencatan Senjata dengan Kurdi

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini