Nicolas Maduro Gelar Latihan Militer Terbesar di Venezuela

Senin, 11 Februari 2019 11:06 Reporter : Hari Ariyanti
Nicolas Maduro Gelar Latihan Militer Terbesar di Venezuela Presiden Venezuela Nicolas Maduro. AFP

Merdeka.com - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro secara resmi mengumumkan gelaran latihan militer pada Minggu (10/2). Latihan ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Venezuela.

Sebelum latihan militer dimulai, Maduro tiba di negara bagian utara, Miranda untuk mengecek peralatan militer, termasuk peluncur roket buatan Rusia yang digunakan pasukan bersenjata Venezuela. Pengumuman ini disampaikan melalui siaran langsung.

Dilansir dari Sputnik News, Senin (11/2), Maduro menyampaikan latihan ini akan berlangsung sampai 15 Februari. Dia juga mengatakan ini akan menjadi latihan paling utama dan penting yang digelar Caracas selama 200 tahun dalam sejarah.

Melalui siaran langsung yang diunggah di akun Twitter resminya, Minggu (10/2), Maduro juga berjanji pihaknya akan berinvestasi untuk menyiapkan peralatan militer tercanggih untuk pasukan bersenjata Venezuela dan memperingatkan negara lain yang mencoba mengancam negaranya.

"Kita akan berinvestasi sehingga tentara kita, militer dan milisi memiliki persenjataan tercanggih. Venezuela akan memiliki (semua) mulai dari Igla (rudal portable Rusia) di tangan milisi dan militer sampai rudal paling canggih karena Venezuela menginginkan perdamaian," jelasnya di hadapan anggota militer.

Maduro juga menekankan tentara Venezuela siap mati untuk membela negaranya tapi rakyat Venezuela yang merupakan pasukan utama akan berdiri membela tanah airnya.

"Kita adalah negara damai dan kita tidak terlibat konflik dengan siapapun. Namun, pihak lain seharusnya tidak mencoba bermasalah dengan kita dan juga mengancam kita," tegasnya.

Venezuela masih menjadi importir utama peralatan militer Rusia di Amerika Latin. Mayoritas kontrak pasokan senjata dilakukan sebelum krisis politik meletus. Maduro mengatakan kepada Sputnik, Caracas berencana untuk terus membeli senjata paling canggih dari Rusia.

Setelah pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela pada Januari lalu, ketegangan terjadi antara Maduro dan Amerika Serikat (AS) karena pemerintahan Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden sementara.

Selain AS, Kanada dan negara-negara Uni Eropa juga mendukung Guaido setelah imbauan Pemilu ulang tak dilaksanakan Maduro. China, Iran, Rusia dan Turki merupakan negara-negara yang mendukung Maduro. Negara-negara ini menolak kebijakan intervensi negara lain terkait urusan dalam negeri Venezuela. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini