New York Times: Jokowi Kalahkan Mantan Jenderal Garis Keras

Selasa, 21 Mei 2019 16:21 Reporter : Pandasurya Wijaya
New York Times: Jokowi Kalahkan Mantan Jenderal Garis Keras jokowi di bali. ©Bryan Denton for The New York Times

Merdeka.com - Harian terbesar dan berpengaruh di Amerika Serikat, the New York Times, kemarin menulis berita yang mengabarkan kemenangan Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Joko meraup 55,5 persen suara, jauh melampaui Prabowo Subianto, mantan jenderal yang simpatisannya merupakan kelompok Islamis garis keras dan menimbulkan kekhawatiran di negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Hasil ini diumumkan lebih dari sebulan setelah pencoblosan pada 17 April," tulis the New York Times.

Jokowi, 57 tahun, adalah seorang teknokrat moderat yang bersemangat membangun proyek infrastruktur dan punya reputasi merayakan keragaman dan kebhinekaan etnis Indonesia, kata New York Times. Koran ternama di AS itu juga menulis, Jokowi pernah dituduh oleh pendukung Prabowo sebagai seorang Kristen yang menjual aset negara kepada investor asing.

Prabowo, empat kali kandidat capres-cawapres, kali ini meraih 44,5 persen suara, lebih buruk dari yang diperolehnya pada 2014 ketika pertama kali berhadapan dengan Jokowi.

Kemenangan Jokowi terutama terjadi di daerah dengan populasi kelompok agama minoritas seperti Pulau Bali yang mayoritas Hindu, dan Papua, mayoritas Kristen dan animisme.

"Kita harus terus melanjutkan dengan pemimpin yang menyatukan semua agama dan ras di Indonesia," ujar Wayan Koster, Gubernur Bali.

Sebaliknya, di Aceh, provinsi yang menerapkan hukum syariah dan orang kerap dihukum cambuk karena terlibat zina dan LGBT, Jokowi hanya meraih 14 persen suara.

Secara keseluruhan Jokowi memenangkan 21 dari 34 provinsi di Indonesia.

Pemilu serentak pemilihan presiden dan kursi legislatif bulan lalu melibatkan lebih dari 800 ribu tempat pemungutan suara di ribuan pulau yang tersebar di Khatulistiwa. Dengan jumlah penduduk mencapai 260 juta, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Prabowo pernah menjadi menantu Suharto, presiden yang dituduh korupsi miliaran dolar selama berkuasa lebih dari 30 tahun.

Jokowi, bekas seorang eskportir mebel, adalah presiden Indonesia terpilih yang bukan berasal dari militer atau tokoh politik. Setelah menjabat wali kota dia menjadi gubernur Jakarta dan meraih sejumlah penghargaan di negara yang dikenal sebagai salah satu yang terkorup di dunia.

"Strategi saya adalah mengelola negara sebagai negara, bukan bisnis," kata Jokowi dalam sebuah wawancara. "Dampak dari program-program kesehatan, pendidikan, infrastruktur akan terasa setelah saya tidak jadi presiden lagi." [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini