New York akan Gelar Konser Besar untuk Rayakan 'Kelahiran Kembali' Pasca Covid-19

Selasa, 8 Juni 2021 15:07 Reporter : Hari Ariyanti
New York akan Gelar Konser Besar untuk Rayakan 'Kelahiran Kembali' Pasca Covid-19 New York City. © Thetechjournal.com

Merdeka.com - New York berencana menyelenggarakan konser besar di Central Park pada Agustus mendatang untuk merayakan ‘kelahiran kembali’ kota itu pasca pandemi Covid-19. Rencana ini diumumkan Wali Kota Bill de Blasio pada Senin.

Tidak ada program rinci yang diungkapkan terkait rencana ini, tapi De Blasio telah meminta produser musik veteran Clive Davis untuk mengorganisir rencana ini.

Dalam konferensi pers, De Blasio mengumumkan agenda “Homecoming Week” atau “Pekan Kepulangan” untuk merayakan munculnya kembali kota Big Apple itu setelah dihantam pandemi, yang sangat terdampak pada awal-awal pandemi.

“Tapi kami ingin memperjelas, kami ingin membuatnya lebih besar,” jelasnya, dikutip dari AFP, Selasa (8/6).

De Blasio melanjutkan, konser ini akan menjadi kulminasi atau titik balik dari “pekan dari sekali seumur hidup yang luar biasa dan tak terlupakan, untuk merayakan kelahiran kembali York City”. Dia tidak menyebutkan tanggal spesifik agenda besar ini, tapi menurut laporan The New York Times, konser akan digelar pada 21 Agustus.

Davis, yang pernah bekerja sama dengan legenda musik seperti Bruce Springsteen, Aretha Franklin, dan Whitney Houston selama kariernya – mengatakan kepada The New York Times dia berharap untuk merekrut delapan bintang ikonik dalam tiga jam konser yang akan disiarkan di seluruh dunia itu.

Sebanyak 60.000 tiket akan didistribusikan secara gratis dan akan disediakan tempat duduk VIP.

De Blasio mengatakan kepada wartawan, dia berharap artis yang tampir merupakan artis New York.

Konser ini akan menjadi serangkaian konser musik besar yang diselenggarakan di Great Lawn Central Park, seperti konser klasik gratis Simon and Garfunkel pada 1981 atau konser Global Citizen pada September 2019.

Pengumuman yang disampaikan De Blasio ini muncul di saat kota paling padat di Amerika itu meluncurkan kembali industri pariwisatanya.

Lebih dari 63 persen penduduk dewasa New York City telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin Covid-19, menurut data resmi.

Sejumlah pembatasan untuk membatasi penyebaran virus corona telah dicabut, dan Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo menyampaikan pada Senin, tindakan pencegahan yang masih berlangsung akan dicabut ketika angka vaksinasi telah mencapai angka 70 persen. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini