Netizen China Serang Akun Medsos Nike karena Isu Kerja Paksa Uighur di Xinjiang

Kamis, 25 Maret 2021 11:55 Reporter : Pandasurya Wijaya
Netizen China Serang Akun Medsos Nike karena Isu Kerja Paksa Uighur di Xinjiang nike. Tupungato / Shutterstock.com

Merdeka.com - Netizen China kemarin ramai-ramai menyerang akun media sosial Nike setelah perusahaan olahraga asal Amerika Serikat itu mengeluarkan pernyataan tentang kasus kerja paksa di Xinjiang yang dilakukan pemerintah China dan tidak mau memakai bahan katun dari wilayah itu.

Topik tentang pernyataan Nike menjadi hal yang paling banyak diperbincangkan di jejaring sosial Weibo (Twitternya China) kemarin dan peristiwa itu berkembang lebih jauh.

Aktor populer China, Wang Yibo, membatalkan kontraknya sebagai perwakilan Nike lantaran kekecewaannya atas pernyataan Nike itu, kata agennya di Weibo kemarin.

Belum diketahui kapan Nike menyampaikan pernyataannya itu karena tidak ada keterangan tanggal dalam surat pernyataan itu dan Nike juga belum memberikan tanggapan.

"Kami prihatin dengan laporan adanya kerja paksa di dan menuju kawasan Otonomi Uighur Xinjiang (XUAR),' kata Nike dalam pernyataan.

"Nike tidak mengambil sumber bahan baku dari XUAR dan kami sudah memastikan para pemasok bahan baku kami tidak memakai tekstil atau benang pintal dari daerah itu."

Kejadian ini menyusul sikap Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada yang Senin lalu menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat China diduga terlibat atas pelanggaran hak asasi di Xinjiang. China pun membalas tindakan ini dengan sanksi terhadap sejumlah anggota parlemen dan institusi Eropa.

Sedikitnya satu ritel daring China membatalkan produk H&M di tengah serangan netizen di media sosial kemarin. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini