Netanyahu sangkal tudingan main mata di proyek gas Isramco

Rabu, 10 Januari 2018 10:59 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
yair netanyahu. ©2018 AFP PHOTO/THOMAS COEX

Merdeka.com - Rekaman suara anak sulung Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, Yair, yang meracau ketika mabuk berat soal upaya sang ayah meloloskan proyek eksplorasi gas tengah menjadi sorotan di negara Zionis itu. Namun, Netanyahu membela sang anak dan menyangkal sengaja memberikan proyek itu kepada pengusaha Kobi Maimon dengan berharap imbalan.

Dilansir dari laman The Guardian, Rabu (10/1), Yair menyampaikan permohonan maaf melalui surat pernyataan. Namun, dia berdalih pembicaraan soal kontrak proyek eksplorasi gas saat itu cuma bergurau karena tengah mabuk berat.

"Saya tidak pernah tertarik soal proyek kerjasama eksplorasi gas alam, dan tidak terlalu tahu rinci soal itu," tulis Yair dalam pernyataannya.

Netanyahu juga menepis kabar dia main mata soal pemberian kontrak eksplorasi ladang gas alam kepada Isramco. Menurut dia, tudingan itu konyol dan dibuat-buat.

"Anak saya benar karena mengaku kalau dia asal bicara saat itu. Dia mengatakan saat itu tengah mabuk dan tidak sadar," demikian pernyataan tertulis disampaikan Netanyahu.

Menurut Netanyahu, hubungan dia dengan Kobi Maimon hanya sebatas pertemanan. Dia mengaku berjumpa dengan pengusaha itu sekitar satu dekade lalu. Netanyahu beralasan membahas soal aturan eksplorasi ladang gas itu buat membuka celah kompetisi bagi perusahaan selain Isramco.

Meski begitu, mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, tidak yakin dengan alasan Netanyahu. Melalui media sosial Twitter, Barak mengecam sikap Netanyahu yang melindungi sang anak dan cuci tangan soal dugaan korupsi.

"Mustahil mengembalikan dia ke jalan yang lurus karena dari awal selalu melenceng. Dia cuma seorang narsis yang tumbuh di lingkungan yang korup, dan menerima miliaran dari uang rakyat," tulis Barak.

Kemarin rekaman pembicaraan Yair ketika sedang mabuk dan berkeliling klub tari telanjang disiarkan oleh stasiun televisi setempat. Hal itu memicu perdebatan karena di dalam rekaman suara itu Yair sempat meracau soal upaya sang ayah mengamankan kontrak proyek buat perusahaan energi Israel, Isramco, sebesar USD 20 miliar (sekitar Rp 268,6 triliun).

Rekaman suara Yair itu bocor dan disiarkan oleh stasiun televisi Israel Television Channel baru-baru ini. Di dalam rekaman itu terdengar Yair yang sedang mabuk merajuk kepada temannya, Ori Maimon, karena sang rekan tidak mau meminjamkan uang ILS 400 (sekitar Rp 1,5 juta). Saat itu Yair dan Ori dalam keadaan mabuk dari sebuah klab malam menyuguhkan tari telanjang.

"Bro, gue butuh uang. Bapak gue berhasil lolosin kontrak proyek buat bapak lo. Dia berjuang di Knesset (parlemen) buat itu bro. Bapak gue lolosin kesepakatan USD 20 miliar, masa lo enggak mau pinjamin gue 400 shekel saja?," kata Yair seperti dalam rekaman itu.

Kabarnya, peristiwa dalam rekaman itu terjadi tiga tahun lalu. Saat itu pemerintah Israel menemukan ladang gas baru diberi nama Tamar. Yang membikin kemelut adalah kontroversi berbau politis dalam penunjukkan kontraktor buat mengeksplorasinya. Akhirnya, proyek itu jatuh ke tangan Isramco, yang sebagian sahamnya adalah milik Kobi Maimon, ayah dari Ori.

Rekaman itu memantik amarah penduduk Israel karena saat ini aparat penegak hukum sedang mengusut dugaan korupsi dilakukan Netanyahu. Apalagi kabarnya saat bertandang ke kelab malam itu, Yair menggunakan kendaraan dinas sang ayah dan dikawal ajudan perdana menteri.

Kuasa hukum keluarga Netanyahu, Yosi Cohen, meminta supaya stasiun televisi Israel Television Channel berhenti memutar rekaman suara Yair. Sedangkan menurut juru bicara keluarga Netanyahu, isi pembicaraan dalam rekaman sudah usang dan tidak benar lantaran keduanya saat itu sedang mabuk berat.

Netanyahu tersangkut kasus 'File 1000' yang menyatakan dia dan istrinya menerima hadiah uang dalam jumlah banyak dari produser ternama Hollywood, Arnon Milchan, sebagai imbalan atas bantuannya selagi menjabat perdana menteri.

Ada lagi 'File 2000' atau skandal Yisrael Hayom. Dalam kasus ini Netanyahu membuat kesepakatan rahasia dengan penerbit harian 'Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes. Dalam kesepakatan itu Yedioth setuju menyetop pemberitaan yang mengkritik kebijakan Netanyahu dan sebagai imbalannya mereka dijanjikan surat kabar saingan, 'Yisrael Hayom', akan diturunkan penjualannya.

Koran Yisrael hayom adalah milik taipan Sheldon Adelson, pengusaha pro Israel asal Amerika. Adelson adalah teman dekat Netanyahu dan sekutu kuatnya. Namun sejak muncul kasus ini, Yisrael Hayom berbalik menyerang Netanyahu.

Setelah File 1000, File 2000, masih ada lagi File 3000, yakni kasus pembelian kapal selam Jerman. Para pejabat militer yang merupakan orang dekat Netanyahu terlibat dalam pembelian kapal selam Jerman bernilai miliaran dolar Amerika. Namun pembelian itu sebetulnya tidak perlu dan dana pembelian itu mengalir secara rahasia ke sejumlah rekening pribadi. Mantan pasukan khusus Israel itu juga sudah beberapa kali diperiksa. [ary]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.