Netanyahu Menang Pemilu Ulang, Akan Kembali Menjabat untuk Periode Kelima

Kamis, 19 September 2019 15:47 Reporter : Pandasurya Wijaya
Netanyahu Menang Pemilu Ulang, Akan Kembali Menjabat untuk Periode Kelima netanyahu menang pemilu. ©Reuters/Ammar Awad

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengamankan posisinya selepas pemilu ulang yang digelar kemarin. Kelompok partai sayap kanan religius mendominasi suara parlemen dan membuat Netanyahu bisa kembali menjabat sebagai perdana menteri untuk kelima kalinya. Pada April lalu parlemen di Israel memutuskan menolak hasil pemilihan umum dan akan menjalankan pemilu ulang pada September.

Dengan perhitungan suara yang sudah mencapai 99 persen, Partai Likud yang mengusung Netanyahu tampaknya akan meraih cukup dukungan untuk menguasai 65 dari 120 kursi Knesset (Parlemen Israel) dan Netanyahu akan memimpin koalisi pemerintahan berikutnya.

"Ini adalah malam kemenangan besar," kata Netanyahu kepada para pendukungnya dalam pidato malam tadi di markas Likud di Tel Aviv, seperti dilansir laman Reuters, Kamis (19/9).

Dalam pernyataan di televisi, Yair Lapid, tokoh dari Partai Biru dan Putih yang dipimpin mantan jenderal Benny Gantz, pesaing Netanyahu, mengatakan: "Kami tidak menang kali ini. Sebagai oposisi, kami akan membuat Partai Likud menderita.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang fotonya muncul dalam spanduk kampanye Netanyahu untuk menunjukkan kedekatan hubungan mereka, menelepon Netanyahu dan mengucapkan selamat. Netanyahu membalas dengan mengatakan terima kasih 'atas dukungan luar biasa AS kepada Israel'.

Dalam cuitan di Twitternya Netanyahu mengatakan Trump menelepon dirinya dari pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju Texas.

Di Gedung Putih Trump mengatakan kepada wartawan, kemenangan Netanyahu ini meningkatkan kemungkinan perdamaian antara Israel dan Palestina.

"Dia sudah menjadi sekutu yang hebat dan dia adalah teman. Saya mengucapkan selamat kepadanya dalam pemilu yang ketat ini."

Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan dalam Twitternya, pekan depan dia akan mulai rapat dengan partai politik yang meraih kursi dominan untuk mendengar siapa yang mereka dukung sebagai perdana menteri.

Rivlin menuturkan dalam rapat yang akan disiarkan langsung di televisi itu untuk menjamin transparansi, dia akan memilih pemimpin partai yang akan membentuk koalisi dan dia diberi waktu 28 hari untuk melakukan tugas itu dengan tambahan dua pekan jika diperlukan.

Persaingan ketat perolehan suara dalam pemilu kali ini dipandang oleh sejumlah kalangan di Israel sebagai referendum atas karakter Netanyahu di tengah kasus korupsi yang menderanya. Netanyahu kini akan menghadapi tiga dakwaan dari tiga kasus suap meski dia sudah membantah semua tuduhan itu. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini