Burung besi para diktator

Nasib malang jet pribadi Ben Ali

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Jumat, 22 Juni 2012 08:36
Nasib malang jet pribadi Ben Ali
Jet mewah Dassaul Falcon 900 milik mantan diktator Tunisia, Ben Ali, terparkir di Bandara Jenewa, Swiss. (Mike Gerrard)

Merdeka.com - Mantan presiden Tunisia, Zein al-Abidin Ben Ali, nampaknya setali tiga uang dengan beberapa pemimpin Timur Tengah lainnya, yakni harus dipaksa lengser akibat tekanan rakyatnya.

Ben Ali memimpin Tunisia selama 23 tahun dan berhasil memperkaya diri hingga total asetnya mencapai kurang lebih USD 5 miliar atau setara Rp 47 triliun, seperti dilansirBBC.

Semua harta itu dia habiskan dalam bentuk berbagai rumah mewah, tabungan di Swiss, dan pesawat pribadi, Dassault Falcon seri 900. Jet kecil nan mewah itu tertangkap kamera sedang parkir di Bandara Jenewa.

Pesawat jet khusus konglomerat itu dilengkapi tiga mesin dan pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 1984. Versi murahnya dibanderol USD 15 juta, sementara edisi khususnya dihargai USD 40 juta. Entah Ben Ali membeli tipe yang mana dengan duit negara itu.

Namun, pemerintah Swiss tidak tinggal diam. Setelah Ben Ali mengundurkan diri dan kabur ke Arab Saudi pada Desember 2010, mereka segera memblokir dan membekukan seluruh rekening tabungan diktator Tunisia serta menahan pesawat pribadi itu.

Nasib pesawat mewah itu kini terlunta-lunta menunggu tuannya nun jauh di sana.

[fas]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Jet Diktator

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE