Modus baru teror di Eropa, tabrakkan truk ke kerumunan massa

Rabu, 21 Desember 2016 07:14 Reporter : Ira Astiana
Modus baru teror di Eropa, tabrakkan truk ke kerumunan massa Truk maut di Nice Prancis. ©2016 zerohedge

Merdeka.com - Aksi teror di Eropa yang terjadi belakangan ini memiliki modus baru, yakni menyerudukkan truk ke dalam kerumunan orang secara membabi buta. Hal tersebut sudah terjadi setidaknya dua kali. Teror pertama dilancarkan di Nice, Prancis dan yang terbaru di Berlin, Jerman.

Pada 15 Juli lalu, sebuah truk besar bermuatan senjata menabrakkan diri ke kerumunan orang-orang yang tengah merayakan Bastille Day di Kota French Riveria, Nice, Prancis.

"Truk berisi muatan senjata, seperti senapan dan granat," ujar salah satu otoritas keamanan Nice. Insiden bermula kala sopir truk menabrakkan kendaraannya ke kerumunan orang. Tak hanya itu, dia juga menembaki para pengunjung perayaan Bastille Day tersebut. Akibat insiden itu, sedikitnya 86 orang tewas dan banyak yang mengalami luka-luka.

truk maut di nice prancis
Truk maut di Nice Prancis ©2016 REUTERS/Eric Gaillard

Saksi mata melihat, usai menabrak kerumunan orang, sang sopir yang belum diungkap identitasnya, dengan santai turun dari truk dan mulai mengumbar tembakan ke berbagai arah. Puluhan korban bergelimpangan di jalan akibat kejadian ini. Polisi langsung menembak mati sopir truk tersebut setelah sebelumnya saling terlibat baku tembak.

Selang beberapa jam setelah insiden, surat kabar Prancis merilis nama tersangka pelaku serangan truk tersebut. Pria 31 tahun itu berdasarkan bocoran dokumen polisi bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel. Dia adalah warga negara Prancis keturunan Tunisia. Bouhlel sebelumnya pernah terlibat kasus kriminalitas ringan seperti dugaan pencurian serta kekerasan. Namun dia tidak pernah masuk radar intelijen Prancis terkait jaringan terorisme.

Belum diketahui apa motif Bouhlel melakukan serangan di tengah pawai perayaan Hari Bastille. Namun, Presiden Francois Hollande menuduh kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang bertanggung jawab atas insiden maut ini. Hollande sendiri berjanji akan memperkuat peran Prancis dalam memerangi kelompok teror tersebut. Karenanya dia akan mengirimkan militer untuk memerangi ISIS di Irak dan Suriah.

"Tidak ada yang bisa membuat kita menyerah memerangi terorisme. Kita (Prancis) akan memperkuat aksi kita melawan terorisme di Irak dan Suriah," ucap Hollande seperti dikutip dari The Telegraph, Jumat (15/7).

Teror lain bermodus sama terjadi di Berlin, Jerman kemarin, Selasa (20/12). Sedikitnya 12 orang tewas sementara 48 lainnya terluka karena diseruduk berbobot 25 ton di sebuah pasar Natal ramai pengunjung di Breitscheidplatz Square, Berlin, Jerman.

Berdasarkan keterangan polisi, truk tersebut sebelumnya dikendarai oleh sopir yang hendak membawa balok baja dari Polandia ke Jerman. Namun, sopir truk tersebut dibunuh dan mayatnya ditaruh di kabin truk. Diberitakan harian Daily Mail, Selasa (20/12), truk itu kemudian dibajak oleh pria keturunan Afghanistan. Pelaku sempat melarikan diri sebelum ditangkap dekat kebun binatang tak jauh dari lokasi kejadian setelah salah satu saksi mata mengejar dia sambil memberikan kondisi terbaru kepada polisi melalui ponsel. truk tabrak pasat natal di berlin jerman
truk tabrak pasat natal di Berlin Jerman ©2016 Merdeka.com/reuters

Tak perlu menunggu lama, identitas pembajak truk tersebut diungkap. Dia adalah Naved B, orang Pakistan yang masuk ke Jerman menggunakan identitas palsu pada malam tahun baru 2015 lalu. Pria 23 tahun itu diketahui sebagai pencari suaka yang tinggal di kamp pengungsian di bandara Tempelhof, Berlin. Sebelumnya, Naved telah dikenal polisi karena pernah melakukan kejahatan kecil. Belum diketahui motif Naved yang menabrakkan truk hingga menewaskan 12 orang dan melukai 48 lainnya. Namun, polisi menduga Naved adalah salah satu anggota Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Saat ini Naved masih ditahan di kantor polisi untuk dimintai keterangan. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini