Moderna Tolak Permintaan China Untuk Bocorkan Teknologi Pengembangan Vaksin Covid

Minggu, 2 Oktober 2022 15:09 Reporter : Hari Ariyanti
Moderna Tolak Permintaan China Untuk Bocorkan Teknologi Pengembangan Vaksin Covid vaksin moderna. ©Reuters

Merdeka.com - Moderna Inc menolak permintaan China yang meminta membocorkan teknologi yang digunakan perusahaan farmasi tersebut dalam pengembangan vaksin Covid-19. Penolakan ini menyebabkan gagalnya negosiasi untuk penjualan vaksin Moderna di China.

Hal ini diungkapkan sumber yang mengetahui persoalan tersebut, seperti dilaporkan Financial Times pada Sabtu.

Perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) itu menolak permintaan China karena masalah komersil dan keamanan. Negosiasi penjualan vaksin Moderna di China telah berlangsung antara 2020 dan 2021. Menurut sumber ini, Moderna masih sangat ingin menjual produk mereka ke China.

Laporan tersebut menyebutkan, Moderna "menyerah" atas upaya mereka sebelumnya untuk menembus pasar China karena permintaan China mengharuskan mereka menyerahkan teknologi yang mereka gunakan sebagai prasyarat untuk menjual vaksin Moderna di negara tersebut.

Moderna belum menanggapi permintaan Reuters terkait hal ini.

China tidak mengizinkan vaksin Covid buatan luar negeri dan bergantung pada vaksin buatan dalam negeri.

Pada September, Kepala Bidang Medis Moderna, Paul Burton mengatakan perusahaannya ingin berkolaborasi dengan China dalam memasok vaksin mereka ke negara tersebut.

"Kami pastinya sangat ingin berkolaborasi dengan China jika mereka merasa perlu ada vaksin di sana," ujarnya, dikutip dari Al Arabiya, Minggu (2/10)/

"Saat ini, tidak ada aktivitas apapun yang sedang berjalan, tapi kami akan sangat terbuka untuk itu." [pan]

Baca juga:
Moderna Gugat Pfizer karena Tiru Teknologi Pengembangan Vaksin Covid
Reaksi Balita di Amerika Serikat Saat Terima Suntikan Vaksin Covid-19
Negara Berpotensi Rugi Rp50 Miliar Jika 640 Ribu Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa
Penelitian: Vaksin Covid Tidak Berpengaruh pada Kesuburan Pria dan Wanita
Bayi dengan Empat Tangan dan Empat Kaki Lahir di China
AS, China dan Rusia Kerjasama Kembangkan Satelit Walaupun Kerap Bersitegang
Bus AKAP di China Wajib Pakai Gelang Elektronik Agar Emosi Mereka Bisa Dipantau

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini