Moderna: Efektivitas Vaksin Berkurang Seiring Waktu, Perlu Dosis Tambahan

Kamis, 16 September 2021 19:53 Reporter : Merdeka
Moderna: Efektivitas Vaksin Berkurang Seiring Waktu, Perlu Dosis Tambahan vaksin moderna. ©Reuters

Merdeka.com - Data terbaru dari uji coba besar vaksin Moderna memperlihatkan efektivitas vaksin Covid-19 berkurang seiring waktu. Hasil ini mendukung perlunya dosis vaksin tambahan, kata perusahaan farmasi tersebut dalam rilis kemarin.

"Ini hanya satu perkiraan, tapi kami yakin saat musim gugur dan musim dingin nanti, setidaknya kami memprediksi dampak berkurangnya imunitas akan membuat tambahan 600.000 kasus Covid-19," jelas Presiden Moderna Stephen Hoge dalam rapat dengan para investor, seperti dilansir Reuters, Kamis (16/9).

Hoge tidak menggambarkan berapa banyak kasus yang akan parah, namun mengatakan beberapa butuh rawat inap.

Data tersebut berbeda dengan beberapa studi lainnya yang mengatakan vaksin Moderna tahan lebih lama daripada suntikan yang sama dari perusahaan Pfizer (PFE.N) dan German BioNTech SE.

Para ahli mengatakan perbedaan tersebut mungkin karena dosis mRNA Moderna lebih tinggi dan interval yang sedikit lebih lama antara suntikan pertama dan kedua.

Kedua vaksin tersebut terbukti sangat efektif mencegah Covid-19 pada ujicoba tahap ketiga.

Analisis kemarin menunjukkan tingkat penularan yang lebih tinggi di antara orang-orang yang sudah divaksin 13 bulan lalu dibandingkan dengan orang yang divaksin 8 bulan lalu. Uji coba ini berlangsung dari Juli-Agustus, ketika Delta merupakan varian yang dominan. Penelitian ini belum dikaji oleh peneliti lain.

Moderna pada 1 September lalu mengajukan izin penggunaan dosis ketiga kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Hoge mengatakan data dari penelitian terhadap dosis tambahan menunjukkan vaksin dapat meningkatkan antibodi penetralisir ke tingkat yang lebih tinggi daripada yang terlihat setelah dosis kedua.

"Kami percaya ini akan mengurangi kasus Covid-19," jelasnya. "Kami juga yakin dosis ketiga dari mRNA-1273 memiliki kesempatan untuk memperpanjang kekebalan tubuh secara signifikan sepanjang tahun depan saat kami berusaha untuk mengakhiri pandemi."

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini