Militer Thailand bebaskan Yingluck Shinawatra dari tahanan

Senin, 26 Mei 2014 10:57 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Militer Thailand bebaskan Yingluck Shinawatra dari tahanan Yingluck Shinawatra. ©REUTERS

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra tidak lagi dalam tahanan militer. Ini menurut seorang sumber di junta, yang mengambil alih kekuasaan Thailand dalam sebuah kudeta pekan lalu.

Seorang sumber dekat dengan Yingluck juga menegaskan kepada CNN bahwa dia telah dibebaskan dari sebuah kamp militer, seperti dilansir CNN, Senin (26/5).

Sebelumnya Yingluck diperintahkan untuk wajib lapor ke markas junta militer, Dewan Nasional untuk Ketentraman dan Ketertiban (NCPO), pada Jumat pekan lalu. Lebih dari seratus orang lainnya, termasuk para politisi dan pegiat, juga telah dipanggil.

Angkatan bersenjata Thailand merebut kekuasaan dalam kudeta pada Kamis pekan lalu, setelah berbulan-bulan kekacauan yang melumpuhkan sebagian besar pemerintah dan menyebabkan bentrokan mematikan di Ibu Kota Bangkok.

Sumber junta mengatakan kepada CNN bahwa Yingluck dibebaskan setelah dia dilaporkan ke militer Thailand. Dia menambahkan mantan perdana menteri itu diminta untuk membantu mereka menjaga perdamaian dan ketertiban dan tidak terlibat dengan pengunjuk rasa atau gerakan politik.

Sumber militer, yang berbicara dengan syarat tak disebutkan identitasnya karena sensitivitas situasi, bersikeras bahwa Yingluck memiliki kebebasan bergerak dan komunikasi.

Namun, seorang ajudan dekat dengan Yingluck tidak bisa memastikan kapan wanita 46 tahun itu dilepaskan. Dia juga menjelaskan fakta bertentangan dengan pernyataan militer bahwa Yingluck bebas untuk bergerak.

"Saya tidak berpikir dia memiliki kebebasan mobilitas dan komunikasi," kata dia.

Seorang juru bicara militer dua hari lalu mengatakan bahwa secara keseluruhan, sekitar 150 orang akan diminta untuk tampil di hadapan Dewan Nasional untuk Ketentraman dan Ketertiban.

Mereka yang dipanggil termasuk akademisi dan salah satu penentang utama Yingluck, yakni pemimpin gerakan Kaos Kuning, Sondhi Limthongkul. Politikus itu menderita luka tembak di kepala selama kerusuhan pada tahun 2009, namun kemudian pulih.

"Kami ingin memberi mereka waktu untuk bersantai dan memiliki waktu untuk memikirkan masalah ini," kata juru bicara itu.

Dewan ingin menyesuaikan persepsi mereka dan membuat mereka berpikir tentang negara, rakyat Thailand secara keseluruhan, bukan hanya satu kelompok tertentu.

Sementara itu, suasana di Bangkok kemarin sebagian besar terbilang damai, meskipun ada beberapa dorong-dorongan antara pengunjuk rasa yang menyuarakan penentangan mereka terhadap kudeta dan pasukan keamanan. Protes lebih terorganisasi diharapkan bakal digelar di Bangkok pada hari ini.

Junta telah memberlakukan darurat militer, yang meliputi jam malam, dan menutup laporan media independen. Siaran CNN International telah mati di Negeri Gajah Putih itu.

Militer Thailand juga telah membubarkan Senat. Dua hari lalu, sejumlah stasiun televisi utama kembali mengudara, termasuk MCOT, TPBS dan NBT. [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini