Militer dan intelijen lemah, keamanan Amerika terancam

Kamis, 3 Oktober 2013 10:46 Reporter : Pandasurya Wijaya
Teror 11 September. shotgun-blog.blogspot.com

Merdeka.com - Pejabat militer Amerika Serikat kemarin mengatakan penutupan sebagian kantor dan lembaga pemerintahan sejak dua hari lalu cukup memberatkan operasional pertahanan dan aktivitas militer negeri itu.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (3/10), pemimpin intelijen juga menyatakan keadaan ini melemahkan tugas mereka untuk mengawasi setiap ancaman terhadap Negeri Paman Sam.

Sekitar 800 ribu pekerja sipil di markas Departemen Pertahanan di Pentagon terpaksa harus dirumahkan karena kejadian ini dan mereka tidak digaji.

"Tentu akan ada pengaruh tapi perlu beberapa waktu untuk merasakan dampaknya," kata seorang pejabat militer senior seperti dikutip kantor berita AFP.

Jika penghentian operasional ini terus dilakukan, kata dia, maka sejumlah pelabuhan dan pangkalan udara akan mengalami penundaan. Akibatnya sejumlah pelatihan unit militer dan urusan administrasi akan terhambat.

Kemarin Presiden Barack Hussein Obama telah bertemu dengan para pemimpin Partai Republik dan Demokrat di Kongres untuk memecahkan kebuntuan soal persetujuan anggaran belanja negara. Namun pertemuan itu tetap menemui jalan buntu. Juru bicara Gedung Putih John Boehner mengatakan setelah sekitar satu jam rapat Presiden Obama tetap menolak bernegosiasi.

"Presiden menegaskan kembali posisinya bahwa dia tidak akan bernegosiasi. Yang kami inginkan di sini adalah pembahasan dan keadilan bagi rakyat Amerika lewat Obamacare (program jaminan kesehatan)," kata Boeh [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Amerika Serikat
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini