Mesir berencana cabut keadaan darurat

Rabu, 13 November 2013 00:05 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Mesir berencana cabut keadaan darurat Bentrok Kairo. washington post.com

Merdeka.com - Pemerintah Mesir hari ini berencana untuk mencabut status keadaan darurat dan jam malam, yang telah berlaku selama tiga bulan. Ini didapat dari dua sumber pemerintah dan sumber keamanan Mesir.

Pemerintahan sementara Mesir yang didukung militer mengumumkan keadaan darurat dan jam malam pada 14 Agustus lalu, setelah pasukan keamanan membubarkan dua kamp unjuk rasa dari para pendukung mantan Presiden Muhammad Mursi di Ibu Kota Kairo, yang memicu kekerasan nasional, seperti dilansir situs asiaone.com, Selasa (12/11).

Sebelumnya, presiden sementara Mesir, Adli Mansur, 14 Agustus lalu menetapkan keadaan darurat di seantero Negeri Sungai Nil itu. Aturan ini berlaku sejak pukul empat sore atau jam sembilan malam waktu Jakarta.

Pada Agustus lalu, majalah Time melaporkan bahwa Mansur juga memerintahkan angkatan bersenjata membantu polisi menjaga ketertiban dan melindungi fasilitas negara.

Keadaan darurat ini berlaku saat pasukan keamanan membasmi kamp pengunjuk rasa mendukung Muhammad Mursi di alun-alun Rabiah al-Adawiyah dan An-Nahda, di Kairo. Demonstran menuntut pemimpin dari kelompok Ikhwanul Muslimin itu dibebaskan.

Serbuan militer ini menciptakan banjir darah di kedua tempat itu. ketika pemerintah menyatakan baru 15 orang tewas, Ikhwanul Muslimin mengklaim lebih dari 600 terbunuh dan lima ribu lainnya cedera. Dua wartawan juga meninggal terkena peluru.

Bentrokan meluas ke seantero Mesir, termasuk di Sinai. Kementerian Kesehatan menyatakan baru 95 orang tewas dan 874 lainnya luka.

[fas]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mesir
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini