Merunut prestasi jelas dari peretas

Kamis, 31 Januari 2013 09:12 Reporter : Ardini Maharani
Merunut prestasi jelas dari peretas Ilustrasi hacker. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menurut situs makeuseof.com, ada dua definisi bagi peretas. Sejatinya mereka mempunyai gelar ini merupakan orang yang gemar mengutak-atik kode keamanan jaringan komputer dan perangkat berat. Sementara arti kedua yakni mereka yang gemar membobol sistem keamanan jatingan dan membuat kekacauan di dalamnya.

Dari dua definisi itu Anda dapat menyimpulkan dua kategori peretas, baik dan buruk. nama lainnya topi hitam dan putih. Di balik keusilan mereka yang ingin tahu mengenai dapur perusahaan dan organisasi besar, mereka juga menorehkan jasa lantaran jadi banyak orang mengetahui kebobrokan perusahaan dan organisasi itu. Konspirasi-konspirasi besar pun terkuak begitu gamblang pada publik dan untuk ini, sejagat harus berterima kasih pada para peretas.

Situs Wikileaks yang didukung oleh kelompok peretas Anonim salah satu contoh gabungan pembobol paling berbahaya lantaran membongkar banyak konspirasi negara-negara besar atas kasus-kasus melibatkan banyak pihak. Meski mereka tidak lagi bersama alias cerai sejak Oktober tahun lalu namun para Anonim berjanji bakal mendukung Wikileaks kapan pun dibutuhkan.

Dilansir dari BBC (27/2/2012), Wikileaks dibantu Anonim pernah merilis lebih dari lima juta surat elektronik dari Perusahaan Intelijen Global Strategic Forecasting Inc (Stratfor) berisi operasi rahasia untuk memberanguskan pegiat organisasi untuk tujuan Hak Asasi.

Bukan hanya itu, Anonim mempunyai anggota seantero jagat juga beramai-ramai melumpuhkan jaringan keamanan komputer milik Israel saat Negeri Bintang Daud itu membombardir Jalur gaza, Palestina. Atas nama kemanusiaan, usaha 44 jyta peretas ini membuahkan hasil. Setidaknya salah satu situs milik pemerintah berhenti beroperasi selama sepuluh menit.

Situs resmi Takhta Suci Vatikan pun ikutan kebakaran jenggot saat jaringannya mati total sebagai wujud protes peretas atas skandal sodomi. Tak sampai di situ, pembobol jaringan komputer ini berhasil menguak data mengenai konspirasi terbesar abad ini yakni runtuhnya menara World Trade Center pada 9 September 2001. Mereka pula yang berhasil mengungkap data jenazah Usamah Bin Ladin dibakar dan bukan dibuang ke laut seperti diberitakan pemerintah Amerika.

Entah prestasi ini membanggakan atau tidak, namun Indonesia tercatat mempunyai peretas-peretas dengan kualitas luar biasa. Anak bangsa ini mengisi seperempat dari jutaan jumlah Anonim. Catatan prestasi mereka dalam membela negara terlihat jelas dan masih hangat saat membela tari Tor Tor yang diklaim Malaysia sebagai bagian dari budaya mereka.

Malaysia mengklaim sebelumnya tari Tor-Tor asli Negeri Jiran namun setelah mendapatkan banyak kritik sekaligus serangan negatif dari masyarakat Indonesia, pihak Malaysia akhirnya membuat klarifikasi tarian itu asli milik Indonesia.

Hal ini tidak membuat peretas Indonesia langsung memaafkan Malaysia. Mereka beramai-ramai membobol berbagai situs negara tetangga itu dan diberi tanda Tari Tor Tor Milik Indonesia. Mereka juga mengancam bakal melakukan serangan lebih besar lagi jika Malaysia terus mengklaim budaya Indonesia dan dijadikan milik mereka.

Disukai atau tidak, peretas hidup diantara kita dan menyuarakan pemikiran mereka dengan sadis sebab komputerisasi sudah menjadi nyawa di era ini. [din]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini