Menteri Dalam Negeri Prancis Minta Polisi Larang Demo Pro Palestina di Paris

Jumat, 14 Mei 2021 17:50 Reporter : Hari Ariyanti
Menteri Dalam Negeri Prancis Minta Polisi Larang Demo Pro Palestina di Paris Demo pro-Palestina di Paris, Prancis. ©Philippe Lopez/AFP

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin, meminta kepolisian melarang demo pro-Palestina di Paris akhir pekan ini untuk menentang serangan udara Israel di wilayah Jalur Gaza dan kekerasan polisi Israel di wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki.

“Saya telah meminta kepala kepolisian Paris melarang unjuk rasa pada Sabtu berkaitan dengan ketegangan terbaru di Timur Tengah,” ujar Darmanin di Twitter pada Kamis, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (14/5).

“Gangguan serius terhadap ketertiban masyarakat tercatat pada 2014,” lanjutnya, mengacu pada unjuk rasa menentang serangan Israel di Jalur Gaza pada tahun itu.

“Instruksi diberikan kepada pejabat polisi agar secara khusus waspada dan tegas.”

Para aktivis menyerukan unjuk rasa di distrik Barbes, utara Paris, untuk menentang serangan udara Israel di Jalur Gaza. Lebih dari 100 warga Gaza tewas sejak Senin, termasuk 27 anak-anak, menurut otoritas kesehatan setempat, dan lebih dari 580 lainnya terluka akibat serangan brutal Israel.

Sedikitnya enam warga Israel dan satu warga negara India tewas di Israel karena serangan roket Hamas, entitas politik yang menguasai Gaza.

Eskalasi kekerasan terjadi setelah ketegangan yang meningkat selama beberapa pekan terakhir di Yerusalem Timur yang diduduki terkait rencana pengusiran paksa keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah.

Gerald Darmanin juga mendesak kepala kepolisian daerah untuk memastikan “perlindungan tempat-tempat ibadah, sekolah, pusat budaya, tempat usaha komunitas Yahudi” di Prancis.

Beberapa demonstrasi berlangsung di Prancis selama Juli 2014 menentang serangan Israel di Jalur Gaza. Pada 19 Juli 2014, ribuan pengunjuk rasa melanggar larangan demo di Barbes dan unjuk rasa berujung kekerasan yang berlangsung selama berjam-jam.

Baca Selanjutnya: Demo adalah hak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini