Menlu Retno lobi Brunei agar WNI terkait ISIS didampingi

Jumat, 8 Mei 2015 10:53 Reporter : Ardyan Mohamad
Menlu Retno lobi Brunei agar WNI terkait ISIS didampingi Bendera ISIS. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang Warga Negara Indonesia bernama Rustawi ditangkap di Bandar Udara Brunei Darussalam pada akhir pekan lalu. Selama dua hari penahanan, dia sempat tak mendapat bantuan pengacara.

Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi menelepon pemerintah Brunei. Kepada Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Darussalam, Lim Jock Seng, Retno berharap agar pria itu mendapat bantuan ahli hukum. Alhasil, sejak tadi malam Rustawi sudah bisa didampingi tim dari KBRI Bandar Sri Begawan.

"Berkat upaya Menlu, kami berhasil bertemu langsung dengan Bapak Rustawi. Yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan menyampaikan bahwa tidak tahu menahu mengenai benda berbahaya yang ditemukan di dalam kopernya. Yang bersangkutan menyampaikan terima kasih atas kepedulian KBRI," ujar Duta Besar RI di Brunei Darussalam, Nurul Qomar dalam keterangan tertulis diterima merdeka.com, Jumat (8/5).

Rustawi dicokok polisi bandara Brunei lantaran membawa amunisi dan bendera mirip lambang Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di kopernya. Dia saat itu sedang transit bersama 52 orang anggota rombongan umroh dari Malang, Jawa Timur, sebelum bertolak ke Arab Saudi.

Kepemilikan Rustawi atas benda-benda itu memang mencurigakan. Namun Polri menyatakan namanya belum ada di daftar teroris incaran pemerintah.

Merujuk hukum Brunei, bagi orang yang membawa senjata api tanpa izin, bisa terancam dipenjara maksimal 15 tahun ditambah hukuman cambuk.

Rustawi akan maju ke meja hijau pada 11 Mei mendatang. Wakil jaksa Norsuzanawati Pg Hj Abas meminta agar terdakwa ditahan selama sepekan di kantor polisi Bandar Seri Begawan agar memudahkan penyidikan. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Brunei Darussalam
  2. WNI
  3. Menlu RI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini