Menlu Retno akan bahas soal Laut China Selatan dengan menlu se-ASEAN

Jumat, 26 Februari 2016 13:10 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Menlu Retno akan bahas soal Laut China Selatan dengan menlu se-ASEAN Ilustrasi ASEAN. © Eurovoix-world.com

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi bakal menghadiri pertemuan perdana menlu se-ASEAN di Laos. Pertemuan yang dihelat hari ini, Jumat (26/2) hingga esok hari merupakan pertemuan pertama menlu sejak keketuaan Laos di ASEAN tahun ini.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno bakal membawa isu Laut China Selatan untuk dibahas dengan para menteri luar negeri negara anggota ASEAN tersebut.

"Pada pertemuan ini, Menlu Retno akan menyampaikan berbagai isu, di antaranya Laut China Selatan, perlindungan pekerja migran, terorisme dan ekstremisme, kerja sama maritim, IUU Fishing, dan Palestina," beber Direktur Mitrawicara dan Kerja Sama Antarkawasan ASEAN, Derry Aman di Kemlu kemarin.

Derry, sapaan akrabnya, mengatakan pertemuan ini dihelat untuk menyampaikan pandangan-pandangan para menlu selama setahun ke depan untuk ASEAN. Laos sendiri sudah menyiapkan tema untuk keketuaannya di organisasi negara Asia Tenggara ini, yaitu 'Turning Vision into Reality'.

Dalam kesempatan ini, Menlu Reno juga akan menyampaikan pandangan mengenai kesatuan dan persatuan ASEAN, serta ASEAN yang damai dan aman. Hal tersebut sesuai dengan visi ASEAN untuk semakin maju, aman dan damai ke depannya.

Sementara itu, topik yang dibahas antara lain kelanjutan perkembangan dari pertemuan kepala negara ASEAN beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur, serta hal prioritas dari keketuaan Laos.

"Laos sudah mengungkapkan hal yang menjadi prioritas mereka dalam keketuaan ASEAN ini adalah bagaimana mengimplementasi visi ASEAN, kemudian bagaimana memfasilitasi perdagangan, memajukan UMKM, memajukan pariwisata, konektivitas, menciptakan lapangan kerja untuk perempuan, dan menjaga keragaman budaya," sambung Derry.

Dalam penjelasannya, Derry mengatakan agenda untuk para menteri ini akan banyak diisi agenda santai yang membuat diskusi tidak berjalan terlalu kaku. Meski demikian, pertemuan akan bersifat terbatas.

ASEAN Ministrial Meeting (AMM) pertama di 2016 dihelat di Laos. Sepuluh menteri luar negeri dari negara-negara anggota ASEAN dipastikan hadir dalam pertemuan ini. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini