Menlu Javad Zarif Akui Rakyat Iran Dibohongi Soal Penyebab Jatuhnya Pesawat Ukraina

Rabu, 15 Januari 2020 16:08 Reporter : Hari Ariyanti
Menlu Javad Zarif Akui Rakyat Iran Dibohongi Soal Penyebab Jatuhnya Pesawat Ukraina Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Javad Zarif. ©en.alalam.ir

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif mengakui bahwa rakyat Iran dibohongi selama beberapa hari terkait penyebab jatuhnya pesawat penumpang Ukraina pada Rabu (8/1) lalu. Pesawat tersebut jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran menuju Kiev, Ukraina.

Pesawat tersebut membawa 176 orang di dalamnya termasuk penumpang dan awak kabin, semuanya tewas dalam kejadian tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan Javad Zarif di New Delhi, mengacu pada cerita awal penyebab jatuhnya pesawat yaitu terkait dengan masalah teknis.

Namun kemudian militer Iran mengakui pesawat tersebut jatuh karena ditembak secara tak sengaja dengan rudal. Awalnya militer menduga pesawat tersebut adalah pesawat musuh yang terbang di wilayah udara Teheran. Pesawat tersebut jatuh hanya beberapa jam setelah militer Iran menyerang pangkalan pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak.

Penembakan pesawat komersil tersebut menuai kemarahan rakyat Iran. Ribuan orang turun ke jalan menuntut pejabat tinggi termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengundurkan diri.

"Dalam beberapa malam terakhir, ada orang-orang turun ke jalan di Teheran berunjuk rasa menentang fakta bahwa mereka dibohongi selama beberapa hari," jelasnya, dilansir dari laman Associated Press (AP), Rabu (15/1).

1 dari 1 halaman

Ingin Mati

Pemerintah Iran akhirnya mengakui jatuhnya pesawat penumpang maskapai Ukraina pada Rabu karena tak sengaja ditembak rudal. Militer mengira pesawat tersebut adalah pesawat musuh.

Pesawat tersebut jatuh beberapa jam setelah Iran menyerang pangkalan pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC), Qassim Sulaimani. Pesawat jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran menuju Kiev, Ukraina.

IRGC pada Sabtu menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Iran dan mengaku bertanggung jawab penuh atas kecelakaan tersebut.

Komandan Senior IRGC, Amir Ali Hajizadeh menyampaikan, dia menginformasikan pihak berwenang Iran pada Rabu tentang serangan yang tak disengaja. Kemudian muncul pertanyaan kenapa para pejabat sempat membantahnya selama berhari-hari.

Berbicara di televisi pemerintah, Hajizadeh mengaku ingin mati ketika mendengar kabar kecelakaan tersebut. Demikian dilansir dari Aljazeera, Minggu (12/1).

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menulis di Twitter bahwa "kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh petualangan AS menyebabkan bencana", mengutip penyelidikan awal angkatan bersenjata atas kecelakaan itu. [pan]

Baca juga:
Basyar Al-Assad Beri Gelar Pahlawan Kehormatan Untuk Qassim Sulaimani
Pangkalan Pasukan Amerika di Irak Kembali Dihantam Rudal
Ini Alasan Sesungguhnya Donald Trump Perintahkan Pembunuhan Qassim Sulaimani
Iran Berencana Seret Trump ke Pengadilan Internasional karena Membunuh Sulaimani
Ada Israel di Balik Konflik Iran vs Amerika Serikat
Dari Informan di Bandara, Cerita Lengkap Operasi Pembunuhan Qassim Sulaimani

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini