Menimbang Masa Depan Thailand, Kemarin dan Esok Adalah Hari Ini

Rabu, 21 Oktober 2020 07:12 Reporter : Hari Ariyanti
Menimbang Masa Depan Thailand, Kemarin dan Esok Adalah Hari Ini Aksi Massa Pro-Demokrasi di Bangkok. ©2020 AFP/JACK TAYLOR

Merdeka.com - Ketika Jenderal Prayuth Chan-ocha dan koalisinya mengambil alih kekuasaan di Thailand pada 2014 lewat kudeta, mereka berjanji membawa rekonsiliasi nasional, tapi kini kondisi masyarakat kian terbelah.

Mereka berjanji memberantas korupsi, tapi tak ada yang benar-benar berubah. Mereka berjanji mengentaskan kemiskinan, tapi jumlah rakyat yang hidup di bawah garis kemiskina meningkat untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade sebelum pandemi.

Mereka berjanji membawa pertumbuhan ekonomi, tapi pertumbuhan Thailand masih berada di bawah negara tetangga. Mereka berjanji membawa kebahagiaan bagi rakyat Thailand, tapi hanya beberapa yang tersenyum saat ini. Konstitusi yang mereka ciptakan merupakan sebuah masalah nasional.

"Mereka telah gagal. Mereka gagal dengan agenda mereka," tulis Pasuk Phongpaichit dan Chris Baker dalam opininya yang diterbitkan Bangkok Post, Selasa (20/10).

Pasuk Phongpaichit adalah profesor ekonomi di Universitas Chulalongkorn University. Chris Baker seorang sejarawan. Pada 2017, mereka bersama-sama memenangkan Fukuoka Grand Prize.

Baca Selanjutnya: Orang-orang masa lalu...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini