Menguak Strategi Militer China Hadapi Perubahan Zaman di Era Perang Modern

Selasa, 1 Oktober 2019 07:31 Reporter : Merdeka
Menguak Strategi Militer China Hadapi Perubahan Zaman di Era Perang Modern Parade militer China. ©2015 REUTERS

Merdeka.com - Militer China telah meningkatkan angkatan laut, udara, dan unit strategisnya secara signifikan. Di saat yang sama, Negeri Tirai Bambu itu justru mengurangi pasukan daratnya.

Xinhua melaporkan, perubahan jumlah personel ini merupakan bagian dari strategi China untuk menjadikan Tentara Pembebasan Rakyat, atau PLA, menjadi kekuatan militer modern dan komprehensif.

"Data baru ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah PLA," tulis media Xinhua pada Minggu (29/9).

Disebutkan, tentara saat ini menyumbang sekitar 50 persen dari total pasukan PLA. Setidaknya, sebanyak 30 persen petugas PLA telah berkurang.

Dikutip dari laman SCMP, Militer China tengah menguatkan pasukan PLA di empat cabang. Pasukan angkatan laut, udara, serta pasukan roket PLA dikabarkan telah melebihi tentara angkatan daratnya. Selain itu, mereka juga berfokus pada penguatan pasukan pendukung strategis yang bertanggung jawab dalam bidang siber, termasuk mengantisipasi perang siber.

2 dari 3 halaman

Perampingan Pasukan Darat

darat rev1

Pengamat militer yang bermarkas di Shanghai, Ni Lexiong menjelaskan bahwa perombakan yang terjadi di tubuh PLA menandakan perubahan strategis yang signifikan. Sebelumnya, pasukan militer China mengerahkan pasukan di darat dan laut untuk melindungi batas wilayah mereka. Namun, kini pemerintah China mulai memperluas pertahanan mereka untuk melindungi kepentingan luar negeri China.

Ni menjelaskan, peperangan modern lebih berfokus pada serangan udara, ruang angkasa, serta dunia maya. Dengan demikian, fungsi pasukan darat dapat dikurangi.

"(Strategi militer China) itu harus direformasi dan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari perubahan zaman dan ini adalah tujuan dari perbaikan," imbuh Ni.

Ni menambahkan, pengaturan lama militer China membuat terlalu banyak pasukan PLA saat ini. "Semua petugas (yang terkena perampingan) ini harus menemukan posisi baru dan beradaptasi atau mereka akan dibuat mubazir," jelasnya.

Perampingan pasukan militer ini pertama kali diumumkan Presiden China Xi Jinping pada 2015 silam. Xi berjanji untuk mengurangi jumlah personel sebanyak 300.000 orang.

3 dari 3 halaman

Dua juta Tentara Aktif

tentara aktif rev1

Hingga saat ini, China memiliki dua juta prajurit aktif. Hal ini menjadikan PLA sebagai angkatan bersenjata terbesar di dunia.

Sebelumnya, China hanya memiliki tiga cabang independen, yaitu militer angkatan darat, laut, dan udara. Namun sejak tiga tahun lalu, pemerintah menambah dua cabang independen PLA yaitu pasukan roket dan pasukan pendukung strategis. Penambahan cabang PLA menjadi bagian dari upaya Presiden Xi meningkatkan modernisasi militer.

Pasukan roket bertanggung jawab dalam pengoperasian rudal strategis dan taktis. Sementara, pasukan pendukung strategis ditugaskan mengendalikan keamanan dunia maya dan ruang angkasa.

Tentara PLA pertama kali didirikan pada tahun 1927. Di awal pembentukannya, PLA menjadi kunci kemenangan Partai Komunis China dalam perang saudara tahun 1949.

Di tahun 2013, secara keseluruhan, PLA memiliki 2,3 juta prajurit. Dari total pasukan yang ada, sebanyak 398.000 ditempatkan sebagai pasukan angkatan udara dan 235.000 pasukan angkatan laut. Sementara, sisa pasukan bertugas di darat.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [pan]

Baca juga:
China Diperkirakan akan Pamer Senjata-senjata ini di Hari Kemerdekaan
Seluas 100 Lapangan Bola, China Resmikan Bandara dengan Terminal Terbesar di Dunia
Hong Kong Siap Antisipasi Kerusuhan Jelang HUT China ke-70
Miliuner: Kerja Sama dengan China Akan Menambah Kemiskinan
Bakar Bendera China, Dua Bocah Demonstran Hong Kong Ditangkap
China Wajibkan Jurnalis Ikuti Tes Kesetiaan pada Presiden

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. China
  3. Militer
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini