Penjelasan Kaburnya 6 Tahanan Palestina dari Penjara Ketat Israel

Selasa, 7 September 2021 07:00 Reporter : Hari Ariyanti
Penjelasan Kaburnya 6 Tahanan Palestina dari Penjara Ketat Israel tahanan palestina kabur dari penjara israel. ©Jalaa MAREY AFP

Merdeka.com - Proyek-proyek yang dibatalkan, kurangnya intel dan pengawasan yang longgar juga membuka jalan bagi pelarian enam tahanan Palestina dari penjara dengan pengamanan sangat ketat di Israel utara.

Jebolnya keamanan yang memungkinkan enam tahanan kabur pada Minggu malam dari Penjara Gilboa telah diketahui sejak lama oleh Badan Lembaga Pemasyarakat Israel dan polisi – tetapi tidak pernah diperbaiki, kata pejabat senior Badan Lembaga Pemasyarakatan pada Senin pagi.

Komandan Lapas Gilboa di utara, dan divisi intelijen Lapas yang mengoperasikan institusi tersebut disalahkan atas jebolnya sistem keamanan tersebut. Pengawasan keamanan telah terganggu jauh sebelum para tahanan berencana melarikan diri.

Keenam narapidana tersebut, semuanya didakwa atau dihukum karena aksi teroris, ditempatkan bersama dalam satu sel, meski berasal dari kota Jenin di bagian utara Tepi Barat, tidak jauh dari penjara. Tiga dari tahanan dianggap sebagai “tahanan dengan risiko tinggi untuk melarikan diri.”

Seorang pejabat senior Badan Lembaga Pemasyarakatan Israel mengatakan, meskipun Penjara Gilboa seharusnya menjadi penjara dengan keamanan tinggi, penjara ini tidak memiliki kendaraan patroli yang mengelilingi penjara untuk memantau bahaya atau upaya tahanan melarikan diri. Seorang pejabat di dinas memperingatkan tentang masalah ini, tetapi komandan penjara mengabaikannya – meskipun menemukan kesalahan sistematis selama latihan di penjara pada tahun 2019 dan 2020.

“Hal-hal ini seharusnya menjadi dasar di setiap penjara, tetapi mereka mengatakan tidak ada kapasitas untuk itu, dan mereka lebih suka menghabiskan uang untuk hal-hal lain,” kata pejabat senior itu, dikutip dari laman Haaretz, Senin (6/9).

Pada 2014, narapidana yang mencoba melarikan diri dari penjara melalui terowongan ditangkap pada menit terakhir. Lubang yang digunakan untuk melarikan diri ditemukan Senin pagi.

2 dari 2 halaman

Kegagalan intelijen

Pada Senin pagi, Badan Lapas Israel mengeluhkan keputusan awal untuk menampung para tahanan bersama-sama: “Anda tidak menempatkan tahanan dari tempat yang sama, apalagi – Anda tidak menempatkan tahanan dari Jenin di Penjara Gilboa, yang yang paling dekat dengannya,” kata pejabat senior penjara.

“Anda punya tahanan dari Jenin? Tempatkan dia Penjara Ketziot, dia akan jauh dari orang-orangnya yang mungkin mencoba membantunya melarikan diri. Ini adalah kegagalan intelijen yang sangat besar.”

Sejumlah sumber mengatakan, cabang intelijen dinas memiliki informasi keinginan tahanan untuk melarikan diri, tetapi tidak jelas apa yang dilakukan dengan informasi ini.

Penyelidikan awal menemukan, enam narapidana, yang ditempatkan bersama di Sel 5 di Sayap 2 penjara, yang biasanya menampung narapidana yang terkait dengan gerakan Fatah, menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menggali terowongan di bawah lantai kamar mandi di sel mereka. Sayap diposisikan di dekat dinding penjara, dan enam berhasil menggali terowongan di bawah dinding dan jalan tanah yang mengelilingi penjara. Diyakini mereka dibantu oleh individu dari luar, berkomunikasi dengan ponsel yang diselundupkan ke dalam penjara. Ketika rincian pelarian menjadi lebih jelas, para pejabat masih bertanya-tanya bagaimana para narapidana membuang pasir yang digali, dan bagaimana bisa pasir itu tidak pernah ditemukan.
Pada September 2020, Badan Lapas Israel memasang pemblokir ponsel di penjara, meskipun ada ditentang keras para tahanan keamanan. Pada awalnya, ketika pemblokir ponse mulai dioperasikan, telepon umum juga dipasang – para tahanan kemudian memulai protes besar dan mengancam mogok makan, kerusuhan, dan bahkan melukai penjaga.

Petinggi Badan Lapas Israel mencapai kesepakatan dengan sebagian besar tahanan keamanan di mana mereka akan menyerahkan ponsel selundupan mereka dengan imbalan pemblokir yang beroperasi di samping telepon umum. Namun para tahanan Hamas menentang kesepakatan tersebut, mengatakan pemblokir tersebut dapat merusak kesehatan mereka.

Meskipun pemblokir telepon dipasang, mereka beroperasi pada frekuensi rendah – dan narapidana tetap menggunakan ponsel yang diselundupkan ke dalam penjara sampai hari ini.

“Mereka menginvestasikan jutaan dalam proyek pemblokir, tetapi pada akhirnya, memilih untuk tidak mengoperasikan pemblokir dan membiarkan mereka terus menggunakan ponsel untuk menjaga perdamaian dengan para tahanan, itu adalah rahasia umum di Layanan Lapas,” kata seorang pejabat senior Badan Lapas Israel. [pan]

Baca juga:
Berbulan-Bulan Gali Lubang, Enam Tahanan Palestina Kabur dari Penjara Ketat Israel
Penampakan Balon Api Palestina yang Terus Menebar Teror ke Israel
Aksi Protes Warga Palestina Tuntut Israel Akhiri Blokade
Aksi Warga Palestina Protes di Perbatasan Israel
Kisah Bocah Palestina Penglihatannya Direnggut Rudal Israel
Balas Serangan Balon Api, Israel Kembali Gempur Gaza
Israel Tak Akan Usir Warga Sheikh Jarrah Asal Akui Tanah Mereka Milik Pemukim Yahudi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini