Menelisik Kelompok Militan Komunis di Suriah yang Jadi Sekutu Amerika

Selasa, 21 Mei 2019 07:24 Reporter : Pandasurya Wijaya
Menelisik Kelompok Militan Komunis di Suriah yang Jadi Sekutu Amerika kelompok militan komunis yang jadi sekutu AS di Suriah. ©Al Araby

Merdeka.com - Di antara sekutu Amerika Serikat di Suriah adalah milisi komunis dari Turki, Partai Komunis Marxist-Leninist (MLKP) yang beroperasi di bawah komando milisi PKK/YPG yang didukung Amerika Serikat. YPG juga biasa disebut milisi Kurdi Suriah yang berada di wilayah Suriah, Turki, dan Pegunungan Qandil.

Kamp pelatihan MLKP berada di Suriah. Kegiatan organisasi ini diketahui berdasarkan sumber-sumber materi yang disediakan dari organisasi teroris itu sendiri.

MLKP di Suriah

Dilansir dari laman Al Araby pekan lalu, Partai Komunis Marxist-Leninist sudah berkuasa di Suriah berkat menjalin hubungan dengan PKK/YPG dan mendirikan kamp pelatihan serta batalion bersenjata.

Di Kota Rasulayn, Suriah, yang berbatasan dengan Turki, MLKP mendirikan kamp pelatihan yang diberi nama Aliser Deniz, veteran MLKP yang tewas terbunuh di Kota Tunceli, Turki.

MLKP tidak mau bertindak sendiri sebagai kelompok bersenjata dengan kekuasaan otonom yang bertempur di bawah komando YPG di Suriah. Kelompok MLKP selama ini bertempur melawan militan ISIS dari mulai Ayn al Arab (Kobane) hingga Deir az-Zour.

Kelompok militan Marxist ini juga terlibat langsung dalam konfrontasi militer di dalam wilayah Turki dan mereka ikut ambil bagian dalam kampanye di sejumlah kota di Turki.

Daerah operasi MLKP lainnya adalah Pegunungan Qandil dan mereka pernah mempublikasikan sebuah video berisi klaim kesiapan mereka mempertahankan selatan Kurdistan terhadap Turki dan partai AK.

MLKP yang beroperasi terutama di Turki, Irak, dan Suriah, adalah salah satu pasukan sayap kiri Turki yang paling awal memasuki wilayah Suriah. Sejak Agustus 2012, kelompok ini sudah ikut bertempur di Hasakah, Rasulayn Tel Abyad, dan Tall Tamr.

Sebagai alat rekrut dan propaganda, MLKP memanfaatkan demonstrasi yang digalang oleh YPG di kata seperti Ayn al Arab (Kobane).

Lebih jauh lagi, acara tahunan seperti festival pengambilalihan Manbij dengan dukungan AS juga dijadikan ajang propaganda mereka. Pada 1 Mei lalu MLKP mengedarkan selebaran kepada warga sipil di wilayah yang dikuasai YPG untuk mempromosikan ide aliran kiri mereka dan menyiapkan acara May Day.

Gerakan radikal kiri ini juga berupaya meraih perhatian internasional dengan menerbitkan buletin bulanan dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman.

Baca juga:
Anak-anak ISIS, Akankah Mereka Jadi Bom Waktu?
KBRI Pulangkan 18 TKI Bermasalah dari Suriah
Serangan Pemberontak Tewaskan 17 Tentara Suriah
Pilpres 2019 di Luar Negeri, Prabowo Menang di Suriah
Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Suriah Berjalan Lancar
Australia Tolak Bantu Anak-anak Mendiang Militan ISIS

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini