Menantu Donald Trump Izinkan Saudi Tangkap Jamal Khashoggi

Selasa, 5 November 2019 15:13 Reporter : Hari Ariyanti
Menantu Donald Trump Izinkan Saudi Tangkap Jamal Khashoggi Jared Kushner. ©Reuters

Merdeka.com - Penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus menantunya, Jared Kushner, disebut memberikan izin kepada putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) untuk menangkap jurnalis Jamal Khashoggi sebelum dibunuh dan dimutilasi, demikian bunyi sebuah laporan yang diklaim koran Inggris Daily Mail.

Lebih jauh, pembocor rahasia yang tak disebutkan namanya yang melaporkan hal ini juga menduga intelijen Turki menyadap pembicaraan telepon antara Kushner dan MBS. Hal ini mendorong Presiden Recep Tayyip Erdogan menggunakan informasi itu untuk memaksa Trump menarik pasukan AS dari Suriah utara tahun ini. Demikian dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (5/11).

Surat kabar itu melaporkan, Komite Intelijen DPR AS, dipimpin partai oposisi Demokrat, mengetahui hal tersebut dan menggunakannya sebagai salah satu dasar pemakzulan Trump. Disebutkan juga bahwa ada tujuh pembocor rahasia dari agen intelijen yang akan memberikan bukti untuk mendukung dugaan tersebut. Mereka di antaranya yaitu Letkol Alexander Vindman dan Direktur Dewan Keamanan Nasional Bidang Hubungan Eropa dan Rusia, Tim Morrison, dan juga pejabat CIA yang tak disebutkan namanya.

Jamal Khashoggi, jurnalis berkebangsaan Arab Saudi yang bekerja untuk Washington Post, kritis terhadap sejumlah kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang dikeluarkan MBS, diduga dibunuh pada 2 Oktober 2018 di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Setelah beberapa bulan penyelidikan, MBS menjadi orang terduga kuat yang memerintahkan pembunuhan, tuduhan yang dia sangkal, kendati dia telah menyatakan bertanggung jawab secara tidak langsung.

Pemerintahan Trump mengumumkan penarikan pasukan AS dari Suriah pada Februari lalu, hanya beberapa bulan setelah pembunuhan Khashoggi, dan kemudian melanjutkan dengan penarikan yang lebih cepat dari Suriah utara bulan lalu ketika Trump memberikan lampu hijau bagi Operasi Musim Semi Perdamaian Turki untuk melanjutkan.

1 dari 1 halaman

Kushner Bersahabat dengan MBS

Operasi Turki itu bertujuan untuk mengusir pasukan Kurdi dari wilayah perbatasannya dengan Suriah dan membangun zona aman untuk menampung sekitar 2 juta pengungsi Suriah, memicu kecaman luas terhadap keputusan Trump. Trump menghadapi tuduhan bahwa AS telah meninggalkan sekutu Kurdi yang membantu perang melawan ISIS.

Bocoran bahwa Kushner - salah satu tokoh senior pemerintahan Trump - secara eksplisit memungkinkan Arab Saudi untuk mengambil tindakan terhadap Khashoggi, yang mengakibatkan Erdogan menggunakan informasi itu untuk menekan penarikan AS dari Suriah dan memfasilitasi operasi Turki, memberikan drama baru dalam kasus tersebut. Ini juga bisa menjadi alasan mengapa tidak ada tindakan AS terhadap MBS setelah pembunuhan Khashoggi.

Namun seorang pejabat Gedung Putih membantah kabar yang melibatkan Kushner ini.

Kushner dikenal menjalin hubungan diplomatik akrab dengan Arab Saudi dan dia membela MBS.

Hubungannya dengan pewaris takhta Kerajaan Saudi itu dalam sorotan setelah diketahui dia menjalin komunikasi dengan MBS lewat pesan WhatsApp.

Undang-undang di AS melarang pejabat Gedung Putih berkomunikasi lewat media selain surel resmi atau akun resmi pemerintah.

Kubu Demokrat di Kongres sudah mengajukan surat untuk meminta Gedung Putih menyerahkan dokumen tentang pejabat senior yang memakai surel pribadi dan aplikasi pesan singkat. [pan]

Baca juga:
Penyelidik PBB: Pangeran MBS Hendak Mengelak dari Tuduhan Pembunuh Khashoggi
Jurnalis Peringati Setahun Pembunuhan Jamal Khashoggi
Setahun Pembunuhan Jamal Khashoggi, Tujuh Pertanyaan Masih Jadi Misteri
Pangeran Muhammad bin Salman Akhirnya Buka Suara Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
Pangeran MBS: Saya Tidak Perintahkan Khashoggi Dibunuh
Jelang Setahun Pembunuhan Khashoggi, Pangeran MBS Akhirnya Akui Bertanggung Jawab

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini