Menag Kecam Serangan Bom di Sri Lanka: Tak Berperikemanusiaan dan Bertentangan Agama

Senin, 22 April 2019 11:06 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Menag Kecam Serangan Bom di Sri Lanka: Tak Berperikemanusiaan dan Bertentangan Agama Serangan di gereja Sri Lanka. ©REUTERS/Dinuka Liyanawatte

Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, insiden ledakan bom terjadi di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka merupakan tragedi kemanusiaan. Dia mengecam aksi tersebut.

"Ironi, tragedi kemanusiaan terjadi justru di momen umat Kristiani sedang memperingati hari besar keagamaannya. Kami turut berduka. Umat Kristiani diharap tabah, tapi waspada dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama," kata Lukman dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (22/4).

Akibat insiden itu sendiri ratusan orang dikabarkan meninggal dan sebagian luka-luka. Tragedi terjadi seiring dengan umat Kristiani di Sri Lanka yang sedang merayakan Hari Paskah.

"Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama," kata Lukman.

Lukman mengecam keras pelaku peristiwa tersebut. Tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama. Sebab, tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan apapun motifnya.

"Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah," ujar dia.

Dia pun mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban di Sri Lanka. Dia juga minta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional.

Menurut dia, saat ini pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka, termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.

"Mari tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing," katanya.

Dia juga mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak terpancing dan turut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. "Hindari menebar hoaks seputar tragedi Sri Lanka. Penyebaran hoaks itulah yang diharapkan pelaku untuk menebar teror dan rasa takut," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, korban jiwa akibat serangan bom di Sri Langka terus bertambah. Kini, total sudah 207 korban tercatat tewas serta 450 jiwa lainnya luka-luka, demikian laporan media lokal yang mengutip keterangan juru bicara polisi.

Menurut harian yang dikelola pemerintah, Daily News, sebanyak delapan ledakan enam di antaranya pada Ahad pagi dan sisanya pada siang hari dilaporkan terjadi di dalam dan luar Ibu Kota Sri Lanka, Kolombo.

Pada Ahad pagi, gereja di Kota Kochchikade, Negombo dan Batticaloa, serta Hotel Kingsbury, Cinnamon Grand dan Shangri La menjadi sasaran.

Setelah ledakan, personel pasukan polisi khusus dikerahkan di Bandar Udara Internasional Banadaranaike di Kolombo untuk mencegah kemungkinan serangan di sana.

Polisi Sri Lanka mengatakan satu van yang diduga digunakan untuk membawa tersangka dan peledak ke Kolombo ditemukan dan pengemudinya ditangkap di Kota Wellawatte di Sri Lanka Timur pada Ahad malam, demikian laporan harian lokal Daily Mirror.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena menyeru warganya agar tenang dan mengatakan ia "telah menginstruksikan lembaga pemerintah agar segera bertindak," demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

Sementara itu MJenteri Negara Sri Lanka Urusan Pertahanan Dinendra Ruwan Wijewardene mengumumkan jam malam selama 12 jam, yang berlaku pada pukul 18.00 waktu setempat (19.30).

Ia menggambarkan serangkaian serangan bom tersebut sebagai "serangan teroris oleh kaum fanatik."

Media sosial dan aplikasi pesan singkat juga diblokir di seluruh negeri itu guna mencegah penyebaran keterangan yang menyesatkan dan desas-desus, kata Daily News.

Menteri Pendidikan Viraj Kariyawasam mengumumkan bahwa sekolah tetap tutup selam dua hari, kata surat kabar tersebut.

Belakangan, ledakan ketujuh ditujukan ke satu hotel bintang-tiga di dekat kebun binatang di Dehiwala. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini