Membandingkan kekuatan pasukan baret hijau Iran Vs Brigade ke-35 Israel

Senin, 26 Februari 2018 06:09 Reporter : Ramadhian Fadillah
Membandingkan kekuatan pasukan baret hijau Iran Vs Brigade ke-35 Israel Israel vs Iran. ©Istimewa

Merdeka.com - Konflik antara Israel dan Iran di Suriah memanas. Israel marah pasukan Iran menerbangkan drone ke wilayah mereka. Kasus penembakan jet tempur F-16 Israel yang diduga didalangi tentara Suriah-Iran pun membuat Israel murka.

Israel mengancam tak segan lagi memerangi Iran secara langsung. Seruan itu dijawab oleh Iran tanpa takut. Perang baru di Timur Tengah dikhawatirkan akan memasuki medan tempur baru.

Soal reputasi tempur, pasukan Israel dan Iran sama-sama punya jam terbang tinggi. Israel menekuk koalisi negara Arab tahun 1967 dan 1974. Sementara Iran habis-habisan berperang tahun 1980-1988 melawan Irak.

Salah satu pasukan andalan Iran adalah Brigade Pasukan Khusus ke-65, atau 65th NOHED Brigade. Di TNI, pasukan seperti ini bisa disejajarkan dengan Brigade Lintas Udara Kostrad.

Sejarah pembentukannya cukup panjang. Tahun 1953, Shah Iran mengirimkan pasukannya untuk berlatih terjun payung dan mempelajari konsep airborne di Prancis. Saat hubungan Iran dan Amerika Serikat masih mesra, para pelatih militer AS juga ikut mengembangkan konsep pasukan elite Iran ini.

Tak heran jika para penerjun ini menggunakan warna baret hijau dan mengkopi lambang Green Berets, seperti yang digunakan pelatih mereka.

Beberapa sumber menyebut jika anggota pasukan elite Iran ini juga sempat dikirim ke Vietnam untuk merasakan bertempur di hutan rimba.

israel vs iran


Setelah Revolusi Iran, pasukan terjun ini masuk ke dalam Divisi Komando ke-23. Mereka diterjunkan dalam berbagai operasi penting saat Perang Iran-Irak tahun 1980-1988.

Salah satunya adalah Operasi Pembebasan Abadan. Hampir satu tahun pasukan Irak yang didukung tank mengepung area itu. Nyaris tak ada harapan sampai akhirnya pasukan komando Iran maju membebaskan Abadan. Misi itu setengah bunuh diri. Namun akhirnya mereka berhasil menangkap 2.500 tentara Iran. Ratusan tank Iran juga berhasil dihancurkan walau korban di pihak Iran juga sangat besar.

Saat ini, Brigade Pasukan Khusus ke-65 terus mengembangkan kemampuan tempur. Mereka berlatih peperangan modern seperti pertempuran jarak dekat dan pembebasan sandera. Para personelnya juga kenyang berlatih di gurun pasir, kawasan pegunungan dan lokasi bersalju di Emamzadeh Hashem.

Iran boleh bangga dengan pasukan payung mereka. Tapi di medan tempur, jelas mereka akan menghadapi Brigade Pasukan Terjun ke-35 Israel. Tipikal kedua pasukan ini hampir sama.

Paratroopers Brigade memilih baret merah sebagai warna kebanggaan mereka. Sementara di lengan seragam, tertera lambang ular berbisa dengan sayap.

Dalam perang Arab-Israel tahun 1967, para paratroopers inilah yang merebut Yerusalem yang dijaga Legiun Arab yang termashyur. Mereka bertempur dari satu rumah ke satu rumah untuk merebut setiap jengkal tanah Yerusalem. Israel membalas dendam kekalahan mereka di Kota Suci ini saat perang sebelumnya tahun 1948.

Di perang Yom Kippur, pasukan baret merah ini bertempur hidup mati menahan gempuran pasukan lapis baja Mesir di Sinai. Sulit dipercaya, unit ini akhirnya bisa membalikkan situasi dan mengalahkan tentara Mesir.

israel vs iran


Namun yang paling membanggakan saat mereka menggelar operasi Entebbe. Pasukan ini turut ambil bagian membebaskan sandera yang ditahan di Uganda. Tak heran pasukan paratroopers ini sangat dihormati di Israel.

Seperti lawan-lawannya di Timur Tengah, Israel juga terus melatih pasukannya dengan standar tinggi. Mereka dipersenjatai dengan alutsista terbaik.

Sejarah mereka hampir sama, kemampuan di atas kertas juga nyaris sama. Kenyang dengan aneka penugasan tempur yang dianggap nyaris mustahil. Jika terjadi perang, siapa yang akan menang? [ian]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini