Media Inggris: China Temukan Kerabat Dekat Virus Corona Pada 2013 & Disimpan di Wuhan

Selasa, 7 Juli 2020 06:19 Reporter : Hari Ariyanti, Pandasurya Wijaya
Media Inggris: China Temukan Kerabat Dekat Virus Corona Pada 2013 & Disimpan di Wuhan Kelelawar. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Musim hujan Agustus 2012.

Sekelompok kecil ilmuwan China menjelajahi kawasan dekat Tongguan, Yunnan, barat daya China, untuk menyelidiki penyakit baru misterius yang mematikan. Setelah melalui lereng perkebunan teh, para ilmuwan itu akhirnya sampai ke tujuan: daerah gua bekas penambangan tembaga. Dengan pakaian pelindung lengkap dan masker khusus mereka masuk ke dalam gua gelap gulita.

Bau menyengat seketika menyergap. Di atas mereka banyak kelelawar bertengger. Di bawah kaki, tikus-tikus berkeliaran di antara kotoran mereka. Tempat itu menjadi sumber berkembangbiaknya mikroorganisme dan patogen yang mematikan bagi manusia. Mereka harus ekstra hati-hati. Beberapa pekan kemudian enam orang penambang yang pernah memasuki gua tambang itu mengalami sakit pneumonia berat. Tiga dari mereka kemudian meninggal.

Hari ini pandemi global Covid-19 sudah menjangkiti lebih dari 11 juta penduduk bumi dan menewaskan lebih dari 500.000 orang. Perekonomian lumpuh, krisis di mana-mana.

Investigasi media Inggris mengklaim tim ilmuwan China menemukan "tipe" yang paling dekat dengan virus corona baru dari sebuah tempat terpencil yang dipenuhi kelelawar dan tikus pada 2013 dan sejak saat itu menyimpannya di laboratorium virologi di Wuhan.

Menurut sebuah laporan The Sunday Times, mengutip sebuah publikasi China di jurnal Nature, penemuan virus kerabat corona di tambang tembaga di barat daya China itu bisa menjadi petunjuk terkuat sampai saat ini untuk mencari tahu di mana pandemi sebenarnya dimulai.

Dilansir dari Sputnik News, Senin (6/7), beberapa media barat, termasuk tabloid Inggris, segera menyoroti klaim tersebut, memperkirakan para peneliti China sengaja membuat dunia sulit memahami virus ini.

Times melacak beberapa kematian yang disebabkan infeksi yang terlihat saat itu: pada 2012, enam pria dilaporkan terserang demam, dan pneumonia, separuhnya fatal, setelah bekerja membersihkan kotoran kelelawar di tempat tersebut.

Empat dari mereka dinyatakan positif memiliki antibodi terhadap virus mirip SARS yang tidak diketahui, seperti yang dilaporkan, tetapi dua orang sudah meninggal pada saat tes dilakukan. Pada saat itu, penyebab kematian mereka disebut terkait dengan jamur yang ditemukan di gua tambang.

Baca Selanjutnya: Mengalami Sesak Napas...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini