Media AS kritik kebijakan tarif Trump di Turki

Senin, 13 Agustus 2018 12:26 Reporter : Farah Fuadona
Media AS kritik kebijakan tarif Trump di Turki Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump. AFP

Merdeka.com - Sejumlah media AS mengkritik Presiden Donald Trump atas keputusannya menaikkan tarif impor produk aluminium dan baja Turki. Media AS secara luas menyoroti hubungan Turki-Amerika yang makin memanas usai ditolaknya pembebasan Pastor AS Andrew Brunson yang tersangkut kasus terorisme di Turki, yang kini menjadi tahanan rumah.

New York Magazine mengkritik langkah Trump dalam sebuah artikel berjudul 'Mengapa tarif Turki-Trump membuat investor khawatir'. Artikel yang ditulis oleh Eric Levitz, mengatakan bahwa melonjaknya tarif aluminium dan baja Turki masing-masing menjadi 20 dan 50 persen. Akibat dari keputusan Turki yang menolak pembebasan pastor Brunson.

Levitz berpendapat ancaman itu diharapkan dapat melunakkan Ankara. Namun rencana itu bukanlah cara paling bijak untuk menjamin pembebasan pastor Brunson, yang dituduh ikut membantu kudeta Turki pada 2016.

"Terlepas dari fakta bahwa dia tidak memiliki alasan kuat untuk melakukannya. Sayangnya, ini masih bukan alasan yang baik untuk tindakan perdagangan terbaru Trump - karena itu adalah tindakan ilegal," kata Levitz, dikutip dari laman Yenisafak, Senin (13/8).

Dalam sebuah pernyataan, Donald Trump menyebut bahwa kenaikan tarif baja dan aluminium semata-mata untuk melindungi industri logam domestik demi keamanan nasional AS. Persaingan impor logam akan mengancam industri dalam negeri.

Saluran berita CNN juga mengatakan Gedung Putih "Tidak memberikan penjelasan apa pun tentang bagaimana keamanan nasional AS terancam" dalam pernyataan yang dibuat mengenai topik tersebut.

Surat kabar Washington Post mengatakan bahwa pemerintah AS melakukan segalanya untuk memperkuat posisinya dalam kasus Brunson, tetapi keputusan itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain menimbulkan lebih banyak masalah bagi hubungan bilateral kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Turki menanggapi keputusan Trump, mengatakan pemberlakuan tarif tambahan ekspor baja dan aluminium dengan mengabaikan aturan Organisasi Perdagangan Dunia, menujukkan ketidaksungguhan yang diharapkan dari sebuah negara. [frh]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini