Mantan Militan ISIS Sebut Dirinya Direkrut Intelijen Inggris buat Mata-Matai Rusia

Selasa, 9 Juni 2020 14:04 Reporter : Pandasurya Wijaya
Mantan Militan ISIS Sebut Dirinya Direkrut Intelijen Inggris buat Mata-Matai Rusia Markas ISIS di Palmyra. ©AFP PHOTO/JOSEPH EID

Merdeka.com - Bekas militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menuding intelijen INggris merekrut dirinya untuk mengumpulkan informasi tentang militer Rusia di Suriah. Demikian dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Dalam wawancara dengan jurnalis Rusia, dia mengatakan dirinya direkrut setelah memutuskan kembali ke Palmyra, Suriah, kota peninggalan sejarah yang pernah dikuasai ISIS sebelumnya.

"Intelijen Inggris mengetahui soal ini lewat perantara dan mengatakan: Kamu akan bekerja sebagai mata-mata. Kami akan membantumu. Pergilah ke Palmyra, kami akan beri kamu uang, ponsel, dan semua yang kamu butuhkan. Tugasmu adalah memotret lokasi-lokasi penting intelijen Suriah dan Rusia dan pasukan Suriah di sana. Saya harus mengirim foto-foto ini lewat Internet," kata dia, seperti dilansir laman Al Masdar, Senin (9/6).

Bekas anggota ISIS itu mengakui dirinya bertemu intelijen Inggris di kawasan Al-Tanf, perbatasan Suriah dengan Yordania, lokasi pasukan AS ditempatkan.

Dia mengatakan sudah pergi dari Palmyra dan saat itu dia adalah anggota ISIS.

1 dari 1 halaman

Eks militan ISIS itu menuturkan, intelijen Inggris menekankan soal pentingnya informasi soal "lokasi-lokasi pasukan Rusia di Suriah," terutama tentang bagaimana perlindungan mereka supaya nantinya mereka bisa melancarkan serangan teror terhadap pasukan Rusia.

Menurut keterangannya, Inggris menugaskan seorang mantan pemandu di Pamyra yang menguasai beberapa bahasa sing untuk memimpin kelompok mata-mata itu. Pemandu itu mengatakan dia sudah menjadi pemandu sejak sebelum konflik Suriah pecah pada 2011.

Pemerintah Inggris belum berkomentar soal kabar dan tuduhan dari bekas militan ISIS ini. [pan]

Baca juga:
Lewat Rekaman Suara, ISIS Sebut Covid-19 Hukuman Bagi Orang Kafir
Intelijen Irak Tangkap Sosok Disebut-Sebut Pemimpin Baru ISIS Pengganti Baghdadi
Militan ISIS yang Tertangkap Mengaku Kerja Sama dengan Pasukan AS di Suriah
Pandemi Covid-19 Perkuat Keberadaan ISIS, Targetkan Penyerangan Pasukan Irak
Di Tengah Pandemi Corona, ISIS Masih Beraksi Bunuh 18 Pasukan Pemerintah di Suriah
Kelompok Militan Curi-Curi Kesempatan di Tengah Pandemi Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini