Mantan Menlu Inggris tolak minta maaf usai hina wanita berburka

Rabu, 8 Agustus 2018 17:04 Reporter : Ira Astiana
Mantan Menlu Inggris tolak minta maaf usai hina wanita berburka Boris Johnson. ©REUTERS

Merdeka.com - Mantan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menolak untuk meminta maaf atas komentar menyinggungnya tentang burka. Sebelumnya, Johnson menyebut bahwa wanita berburka tampak seperti perampok bank dan kotak surat.

Komentar tersebut sontak memicu kemarahan dari kalangan Muslim. Tidak hanya itu, Ketua Partai Konservatif, Brandon Lewis pun menilai bahwa komentar Johnson tidak pantas dan mendesaknya agar segera minta maaf.

Namun Johnson tetap tidak mau meralat pernyataannya bahkan setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May menambahkan suara dan mendesak agar dia meminta maaf.

"Sangat menggelikan jika perbedaan pandangan seperti ini mendapat reaksi serangan. Kita seharusnya tidak mudah jatuh dalam perangkap demi mengakhiri perdebatan masalah-masalah ini," kata Johnson menurut sumber terdekatnya, dikutip dari laman metro.co.uk, Rabu (8/8).

"Kita harus menyuarakannya. Jika kita tidak menyuarakan nilai-nilai liberal, maka itu artinya kita menyerah pada kaum reaksioner dan ekstremis," tambahnya.

Pernyataan Johnson mengundang reaksi dari Presiden Forum Muslim Konservatif, Lord Sheikh, yang mengatakan bahwa partai harus mengambil tindakan keras terhadap Johnson.

"Ambil saja cambuk itu darinya. Mengapa tidak? Dia bukan manusia super, dia adalah anggota partai. Ketua partai, perdana menteri punya hak untuk melakukannya. Itu yang ingin saya lihat," ujarnya.

Sebelumnya, Partai Buruh menyebut bahwa Johnson telah membuat Islamophobia makin merajalela di negara tersebut. Protes serupa juga diungkapkan oleh Dewan Muslim Inggris (MCB).

"Komentar rasis Boris Johnson tidak bisa dijadikan bahan tertawaan seperti yang selalu mereka lakukan. Perdana Menteri Theresa May harus mengutuk tindakan Islamophobia semacam ini dan Boris Johnson harus meminta maaf," kata Menteri Kesetaraan Partai Buruh, Naz Shah. [frh]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini