Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Bongkar Hubungan Rahasia Saudi-Israel

Selasa, 12 Februari 2019 14:16 Reporter : Hari Ariyanti
Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Bongkar Hubungan Rahasia Saudi-Israel Angkatan Udara Israel. ©Reuters/Nir Elias

Merdeka.com - Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi, Turki Al-Faisal mengungkapkan hubungan rahasia antara Israel dan negara-negara Teluk sejak 25 tahun lalu. Menurut surat kabar Qatar, Al-Arab, Faisal diwawancarai jurnalis Israel Barak Ravid, yang mengklaim telah melakukan wawancara dengan 20 pejabat negara Teluk terkemuka yang memiliki informasi tentang hubungan rahasia dengan Israel. Namun, orang-orang ini menolak untuk berbicara di depan kamera, menurut Israel Channel 13. Demikian dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (12/2).

Ravid mengatakan, Faisal - yang telah berbicara beberapa kali dengan media Israel dan mengkritik perlawanan Palestina - setuju berbicara dalam sebuah program yang disebut "Rahasia Teluk", yang mengeksplorasi hubungan rahasia antara Israel, Arab Saudi, Bahrain dan Qatar.

TV Israel hanya menyiarkan wawancara itu selama dua menit, yang direncanakan akan disiarkan sepenuhnya dalam bentuk serial. Dalam wawancara dua menit ini, Faisal menyebut situasi Israel-Palestina sebagai "masalah Palestina atau penyelesaian konflik," alih-alih istilah yang digunakan negara-negara Arab seperti "konflik Arab-Israel," yang disebutkan dalam bahasa Arab. Inisiatif Perdamaian dirumuskan oleh Arab Saudi.

Dalam seri ini, Ravid mengklaim akan mengungkapkan informasi tentang "hubungan ekonomi, politik dan militer" antara Israel dan Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA). Dia menambahkan bahwa sebagian besar warga Israel tidak tahu tentang hubungan ini, karena dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Israel dan badan intelijen nasional Israel Mossad.

Selama serangan Israel di Gaza pada 2014, Turki Al Faisal - yang merupakan anggota keluarga kerajaan Saudi - mengatakan bahwa ia akan menyambut orang-orang Israel di rumahnya. Ini bukan pertama kalinya dia membuat pernyataan demikian, dia juga pernah menulis artikel untuk surat kabar Hebron, menyampaikan kepada warga Israel: "Saya menyambut Anda di rumah saya di Riyadh." [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini