Mantan Karyawan: Facebook Merugikan Anak-anak dan Melemahkan Demokrasi

Rabu, 6 Oktober 2021 14:22 Reporter : Merdeka
Mantan Karyawan: Facebook Merugikan Anak-anak dan Melemahkan Demokrasi mantan pegawai facebook frances haugen. ©Drew Angerer/Pool via REUTERS

Merdeka.com - Seorang mantan karyawan Facebook mengatakan kepada anggota parlemen Amerika Serikat, situs dan aplikasi perusahaan tersebut "merugikan anak-anak, memicu perpecahan, dan melemahkan demokrasi kita".

Frances Haugen, seorang mantan manajer produk berusia 37 tahun yang menjadi pembocor rahasia, mengkritik keras Facebook pada dengar pendapat di Capitol Hill.

Facebook kini tengah mendapat tekanan dan seruan untuk memperbaiki regulasinya.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg membalas dengan menyatakan semua tudingan itu hanya "gambaran yang palsu" dari perusahaannya.

Dalam sebuah surat kepada para pegawainya, dia mengatakan banyak klaim "tidak masuk akal" dari semua tuduhan itu sementara Facebook sudah memerangi konten berbahaya, membangun transparansi, dan menciptakan "program penelitian untuk mengatasi masalah-masalah penting ini".

"Kami sangat peduli dengan isu-isu seperti keselamatan, kesejahteraan dan kesehatan mental," jelasnya dalam surat yang dipublikasikan di halaman Facebooknya.

"Sungguh sulit melihat banyak pihak salah memahami pekerjaan dan motif kami."

Facebook adalah situs media sosial paling populer di dunia. Perusahaan tersebut memiliki 2,7 miliar pengguna aktif bulanan. Ratusan juta orang juga menggunakan produk perusahaan lainnya, termasuk WhatsApp dan Instagram.

Namun Facebook kini mendapat banyak kritikan karena dianggap gagal melindungi privasi pengguna hingga tidak melakukan cukup banyak untuk menghentikan penyebaran disinformasi.

Haugen menjelaskan kepada CBS News pada hari Minggu, dia membagikan sejumlah dokumen internal Facebook dengan Wall Street Journal dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan menggunakan dokumen tersebut, WSJ melaporkan penelitian yang dilakukan oleh Instagram menunjukkan aplikasi tersebut dapat membahayakan kesehatan mental anak perempuan.

Ini adalah tema yang dilanjutkan Haugen selama kesaksiannya pada hari Selasa. "Para pemimpin perusahaan tahu bagaimana membuat Facebook dan Instagram lebih aman, tetapi mereka tidak akan membuat perubahan yang diperlukan karena mereka lebih mengutamakan keuntungan ketimbang warga," jelasnya seperti dilansir dari laman BBC, Rabu (6/10).

Haugen mengkritik Mark Zuckerberg yang menurutnya memiliki kendali sangat luas dengan menyatakan "tidak ada orang yang saat ini bisa dimintai pertanggungjawaban Mark selain dirinya sendiri."

Haugen juga memuji putusnya layanan Facebook, Instagra, dan WhatsApp kemarin yang mempengaruhi pengguna di seluruh dunia.

"Kemarin kita melihat Facebook putus dari internet," jelasnya. "Saya tidak tahu mengapa itu terjadi, tetapi saya tahu selama lebih dari lima jam, Facebook tidak digunakan untuk memperdalam perpecahan, mengacaukan demokrasi dan membuat gadis-gadis muda dan perempuan merasa buruk tentang tubuh mereka."

Jawabannya, jelas Haugen kepada para senator, adalah pengawasan kongres. "Kita harus bertindak sekarang," katanya.

Zuckerberg, dalam suratnya, menyatakan penelitian ke Instagram telah disalahartikan dan banyak anak muda memiliki pengalaman positif menggunakan platform tersebut. Tapi dia berkata "sangat penting bagi saya segala sesuatu yang kita bangun aman dan baik untuk anak-anak".

Pada pemadaman hari Senin, dia mengatakan kekhawatiran yang lebih dalam bukanlah "berapa banyak orang yang beralih ke layanan pesaing atau berapa banyak uang yang hilang, tetapi apa artinya bagi orang-orang yang mengandalkan layanan kami untuk berkomunikasi dengan orang yang dicintai, menjalankan bisnis mereka, atau mendukung komunitas mereka".

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini