Mantan Direktur FBI Serukan Rakyat AS Sekuat Tenaga Lengserkan Trump di Pemilu 2020

Senin, 10 Desember 2018 14:21 Reporter : Jayanti
Mantan Direktur FBI Serukan Rakyat AS Sekuat Tenaga Lengserkan Trump di Pemilu 2020 james comey dan trump. ©CNN

Merdeka.com - Mantan Direktur FBI James Comey meminta warga Amerika Serikat pada Minggu (9/12) malam untuk mengakhiri kepresidenan Donald Trump dengan menggunakan suara mayoritas lawannya pada 2020. Dia memohon partai Demokrat untuk menyampingkan perbedaan ideologi mereka dan mencalonkan seseorang yang paling cocok untuk mengalahkan Trump dalam pemilihan nanti.

"Kita semua harus menggunakan setiap napas yang kita miliki untuk memastikan segala kebohongan ini berakhir pada 20 Januari 2021. Saya memahami Demokrat memiliki perdebatan penting sekarang tentang siapa calon mereka, tetapi mereka harus menang. Mereka harus menang," kata Comey di hadapan hadirin di 92nd Street Y di East Side Kota New York.

Dilansir dari CNN, Senin (10/12), selama lebih dari satu jam Comey berulang kali mengolok-olok karakter Trump, dia membandingkan suasana di sekitar presiden dengan apa yang dilihatnya ketika Trump menyerang tokoh-tokoh mafia.

Namun, saat ditanya apakah Trump adalah rekan konspirator yang tidak teridentifikasi dalam beberapa kejahatan baru-baru ini seperti yang dijelaskan oleh penasihat khusus Robert Mueller, Comey menegaskan dia tidak tahu, dan mengatakan jika Trump tidak terlibat, dia pasti tidak jauh-jauh dari kasus itu.

Comey berharap Trump akan dilengserkan dari Gedung Putih tanpa dipaksa. Dia menuding Trumpisme merupakan penyakit politik yang perlu masyarakat perhatikan agar nantinya tidak ada kecurangan terjadi lagi, dia berharap Amerika bisa menyingkirkan diri dari nilai-nilai curang itu.

"Pencopotan dengan pemakzulan akan mengaburkan itu, dan berpotensi membuat sepertiga warga merasa seperti pemimpin yang mereka pilih telah dikudeta," katanya.

Diketahui Badan Intelejen Amerika (CIA) telah menyimpulkan Rusia diketahui membantu memenangkan Donald Trump melalui intervensi dalam Pemilu 2016 lalu.

Mereka telah mengindentifikasi beberapa orang yang memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia terkait ribuan email yang diretas.

Namun di tengah penyelidikan FBI terkait dugaan intervensi tersebut, Presiden Trump pada 2017 memecat Comey. Tak lama setelah pemecatan, Departemen Kehakiman menunjuk penasihat khusus untuk menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilihan Presiden 2019. [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini