Mampukah ASEAN Memberi Solusi untuk Akhiri Kekerasan Militer di Myanmar?

Kamis, 22 April 2021 03:00 Reporter : Hari Ariyanti
Mampukah ASEAN Memberi Solusi untuk Akhiri Kekerasan Militer di Myanmar? Aksi Tenaga Kesehatan Protes Kudeta Militer Myanmar. ©2021 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Blok regional Asia Tenggara, ASEAN, menghadapi ujian yang menentukan legitimasinya saat pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing disebut akan hadir dalam KTT darurat di Jakarta pekan ini, di mana ASEAN harus membahas pertumpahan darah di Myanmar.

Itu adalah pandangan dari Charles Santiago, seorang anggota parlemen Malaysia yang menjadi ketua Parlemen ASEAN bidang HAM dan dia takut 10 negara ASEAN tidak bisa memberikan solusi atas krisis tersebut sendiri dan butuh rekan negara lain seperti China.

Sanksi dan pernyataan kecaman sejauh ini gagal memberikan dampak pada Myanmar, di mana 737 orang dilaporkan dibunuh dalam 10 pekan terakhir sejak kudeta militer dan sedikitnya 24.000 orang telantar, sehingga solusi terakhir diserahkan kepada para pemimpin regional seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Saat tentara paling senior Myanmar berada dalam daftar tamu untuk KTT penting yang dijadwalkan pada Sabtu (24/4) mendatang, ASEAN dilumpuhkan oleh kebijakan non-interferensi dan pendekatan berbasis konsensusnya, yang menurut Santiago terancam memudar menjadi tidak relevan lagi.

“Menurut saya ini adalah pertanyaan relevan untuk ASEAN. Jika mereka tidak mengatasi masalah ini secara damai atau mereka tidak mengambil inisiatif dalam masalah ini, maka masa depan ASEAN sendiri dipertanyakan,” jelasnya kepada The Sydney Morning Herald dan The Age.

“Pihak yang hanya dianggap serius oleh para jenderal Myanmar adalah ASEAN, China, dan Rusia. Tapi menurut saya ASEAN tidak bisa menghadapai masalah ini sendiri. Harus ada semacam rekan. ASEAN-China atau ASEAN-PBB,” lanjutnya, dikutip dari laman The Sydney Morning Herald, Rabu (21/4).

“Beberapa diplomat yang telah kami ajak bicara merasa bahwa jika PBB datang, para jenderal bisa melihatnya sebagai intervensi Amerika. Namun, jika China ada di sana bisa menjadi sebuah perencanaan yang lebih baik.”

Baca Selanjutnya: Sikap dan tindakan China...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini