Malaysia Minta Indonesia Ganti Rugi Dampak Kabut Asap

Rabu, 11 September 2019 18:51 Reporter : Merdeka
Malaysia Minta Indonesia Ganti Rugi Dampak Kabut Asap Pemandangan Wilayah Malaysia Diselimuti Kabut Asap dari Indonesia. ©ABDUL HAKIM/AFP

Merdeka.com - Wakil Menteri Negara Bagian Sarawak, Malaysia, Tan Sri James Masing hari ini menyerukan agar Indonesia membayar ganti rugi atas asap kebakaran hutannya yang mencemari udara Malaysia. Dia mengatakan, pemerintah Malaysia harus menagih biaya 500.000 masker wajah untuk dikirim ke Sarawak.

"Sampai mereka menderita secara ekonomi, mereka tidak akan menganggap serius keluhan kami," katanya mengomentari kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan.

Masing berpendapat, pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab penuh atas kabut asap yang menyelimuti Sarawak. Bentuk tanggung jawab yang dimaksud adalah mengirimkan fasilitas medis, termasuk pengadaan 500.000 masker wajah ke salah satu negara bagian Malaysia itu.

"Terutama kepada mereka yang rentan terhadap kabut asap," imbuhnya.

Masing mengeluh karena Sarawak telah menjadi langganan kabut asap, setiap kali musim kemarau tiba.

"Jakarta tidak merasakan dampak kabut asap beracun karena angin tidak bertiup ke sana, jadi mereka tidak simpati kepada kami," ujarnya, mengungkapkan kekesalan.

Pusat Sumber Daya Alam dan Lingkungan Malaysia kemarin mengatakan, kabut asap tebal yang melanda Sarawak berasal dari Kalimantan. Asap kebakaran hutan di Kalimantan terbawa ke Sarawak melalui angin Barat Daya.

Menurut Pengamat Kualitas Lingkungan Justine Jok Jau Eman, Kalimantan dan Sumatra menyumbang 97,15 persen polusi udara di Sarawak.

Dikutip dari laman Malay Mail, pada pukul 10 pagi tadi, kualitas udara di Kuching, Samarahan, dan Sri Aman berada pada tingkat yang tidak sehat. Indeks polutan udara di Kuching adalah 150. Sementara, Samarahan dan Sri Aman masing-masing 132 dan 163.

Meski pagi ini sempat terjadi hujan deras di Kuching dan Samarahan, tetapi itu tidak cukup membersihkan udara di sana.

Sementara itu, kabupaten lain di Sarawak tetap menunjukkan indeks kebersihan udara yang rendah, yaitu di bawah 100.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini